Bau wangi masakan menusuk lembut hidung runcing James. Seraya menekan pelipisnya dengan jemarinya, lelaki empat puluh tahunan itupun membuka matanya. Pandangannya kabur saat pertama kali terbuka. Bayangan samar sosok di meja dekat dinding kaca itu kian lama kian terlihat jelas, siapa lagi kalau bukan Ayu. Dia tengah menyiapkan sarapan yang baru saja diantarkan setelah memesannya lewat panggilan kamar. Tanpa sengaja pandangan matanya bertemu dengan sosok James, yang perlahan bangkit untuk duduk. Gadis manis itu bergegas menghampirinya. “Tuan sudah bangun? Aku sudah mesen sarapan pagi supaya Tuan bisa langsung makan begitu bangun.”James melihat ke arah deretan menu sarapan yang sudah di tata rapi oleh Ayu. “Aku mandi dulu,” ujar James sambil berdiri pelan. Ayu juga ikut berdiri, bahkan mendahului James. “Silakan, Tuan. Pakaian Tuan semalam sudah siap di laundry.”James menatapi gadis itu dari bawah sampai atas. Dia tidak mengenakan gaun tidur lagi, melainkan kaos pink muda dan ce
Leer más