Dengan langkah yang tegas, James melangkah lurus melewati ruang tamu, seakan tak ada satu pun yang layak dihentikan di sana, lalu terus berjalan menuju ruang keluarga. Suara sepatunya terdengar keras. “Sayang… kenapa ke sini?” Fe segera bangkit dari duduknya, menyambut suaminya, lalu tangannya mendarat di lengan pria itu. “Aku dapat laporan kamu datang ke sini karena Morgan pulang,” ucap James datar, matanya menyapu ruangan sekilas. “Ternyata, memang benar.” Jantung Fe berdebar kencang. Ia menoleh spontan ke arah Randy, yang berdiri agak di belakang, tapi langsung memalingkan wajah ketika tatapa mereka bertemu.‘Jadi, dia memilih untuk melaporkan yang ini.’“Duduk dulu, James,” ajak Desy, suaranya terdengar canggung, berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba menjadi kaku. James menggeleng pelan, senyum tipis yang terukir di bibirnya justru membuat dada sesak. “Tidak usah, Ma.” Ia menatap Fe lurus-lurus. “Kami pulang sekarang.”Tatapan itu tajam, dingin. Sontak saja Fe melepas
Magbasa pa