“Akhirnya, kita sampai juga, Ran,” ucap Bojes sambil menyenderkan tubuhnya di kursi mobil. Dia melihat ke arah rumah yang mulai tampak dari kejauhan. “Kenapa? Kau sedih karena nggak bisa liburan lagi, Jes?” tanya Dedi, salah satu sekuriti rumah yang ditugaskan menjemput Bojes dan Randy di bandara. “Bilang aja kalau kau cemburu,” ujar Bojes menuduh sambil menyipitkan matanya ke arah Dedi. Dedi yang duduk di balik setir menatap Randy dari spion. “Tapi, kami semua kaget mendengar kabar penusukan itu, Ran. Syukurlah, kalau akhirnya kau baik-baik aja.”“Sebenarnya itu bisa saja terjadi pada kita semua, kan? Karena pekerjaan kita sebagai pengawal ataupun sekuriti.”Dedi dan Bojes saling pandang, kemudian hanya diam selama perjalanan mereka menuju rumah. Mobil langsung ditujukan ke arah sayap rumah, tempat para staff tinggal. Santi terlihat sudah menunggu di pintu masuk. Dia malah membukakan pintu untuk Randy. “Kamu udah sembuh beneran, Ran?” tanya Santi khawatir. Tidak lama kemudian,
Leer más