“Sebaiknya kita bicara di luar saja,” ajak James berbisik pelan, matanya sekilas melirik ke arah ibu mertuanya yang sedang duduk menunggu perawat. “Kami keluar sebentar dulu ya, Ma.”“Pergilah.” Bersamaan dengan itu seorang perawat masuk. “Nggak apa-apa, perawatnya sudah datang kok,” jawab Desy tenang.Felicia baru saja hendak menyela, namun tangan James sudah mencengkeram lengannya dengan erat, menariknya berjalan cepat meninggalkan ruangan. Wanita itu tak berkutik, hanya bisa mengikuti langkah suaminya yang tiba-tiba menjadi begitu tegas. Dari ujung lorong, Bojes dan Randy memperhatikan kepergian mereka berdua. Tak ada yang bergerak maju. Sepertinya mereka sangat paham, saat ini bukan tempat bagi orang lain untuk ikut campur. Mereka hanya diam, menatap punggung pasangan itu yang perlahan menjauh.‘Ke arah mana mereka? Ada apa di ujung sana?’ Randy mencoba mengingat-ingat denah rumah sakit yang sempat dilihatnya di dekat lift tadi. ‘Oh… pintu darurat!’“Kau mau pulang sekarang?” ta
อ่านเพิ่มเติม