Marni berlari keluar dari kamar dengan panik, lalu berteriak ketakutan, "Gempa! Ini gempa ya?"Rina yang sedang menggendong bayi yang menangis keras, juga ikut terkejut. Dia bahkan berlari keluar dengan sambil membawa tas.....Keduanya bergegas masuk ke ruang tamu, lalu langsung terpaku.Mereka melihat Aurel yang biasanya tenang dan rasional, kini menghancurkan satu per satu pajangan kesayangannya ke lantai dengan kehilangan kendali.Marni buru-buru maju menghentikannya."Nyonya, jangan dihancurkan lagi! Kalau ada masalah kita bisa bicara baik-baik, Nyonya!"Sementara itu, Rina menggoyang-goyangkan bayi yang terus menangis sambil berkata dengan suara bergetar, "Nyonya, cepat berhenti, nanti bayinya ketakutan!"Mendengar tangisan bayi yang begitu memilukan, tubuh Aurel langsung melemas, seolah seluruh tenaganya terkuras habis. Akhirnya, dia meletakkan vas porselen biru di tangannya, lalu berjalan mendekat dan memeluk bayinya dengan erat.Wajah bayi itu sudah merah karena menangis, kedu
続きを読む