Intinya, dia bisa terus mengalah tanpa ragu demi Kayla.Dia boleh saja tidak cantik, tidak anggun, bahkan terlihat berantakan, lelah, menderita, tak terurus, tetapi dibandingkan dengan tumbuh kembang Kayla yang sehat, semua itu sama sekali tidak berarti.Gerakan Aurel menyalakan alat pompa ASI kini sudah sangat terampil, bahkan nyaris seperti orang yang sudah mati rasa.Rasa sakit akibat ASI yang penuh, yang awalnya begitu sulit ditahan, sekarang juga sudah terbiasa baginya.Sekarang dia sudah menjadi seorang ibu, memiliki buah hatinya sendiri. Begitu Aurel memikirkan wajah mungil putrinya yang lucu, sorot matanya tanpa sadar langsung melembut.Kenric sudah menidurkan Kayla, lalu perlahan mendorong pintu kamar hingga terbuka. Di bawah cahaya lampu yang redup, wanita itu mengenakan pakaian rumah berwarna merah muda. Rambut pendeknya yang dulu rapi dan lembut kini sedikit panjang, sementara poninya tepat menutupi ujung alisnya.Mungkin karena naluri keibuan, sorot matanya yang semula din
อ่านเพิ่มเติม