Keesokan harinya, tepat pukul sembilan pagi, Ghea Paramita sudah melangkah masuk ke ruangan sekretariat eksekutif.Namun, baru saja dia berdiri di depan kubikalnya dan belum sempat mendudukkan diri, Valerie sudah melangkah mendekat lalu melempar sebuah map dokumen tebal ke atas mejanya. "Tolong antarkan berkas ini ke PT Dayun dan serahkan langsung ke meja Pak Li, Wakil Direktur mereka."Ghea mengernyit pelan. "Kenapa tidak pakai kurir instan saja? Kenapa aku harus mengantarnya secara khusus?"Valerie mendengus ketus. "Ini kan berkas kontrak rahasia perusahaan! Kalau sampai hilang di jalan oleh pihak kurir, memangnya kamu sanggup bertanggung jawab? Sudah, cepat jalan!"Hana Pratiwi yang menyaksikan hal itu mengerucutkan bibirnya, berbisik kesal, "Cih, merasa paling berkuasa banget sih, gayanya menyebalkan.""Ssst, jangan sampai didengar olehnya. Lanjutkan saja kerjamu," gumam Ghea menenangkan Hana, lalu merapikan map tersebut dan melangkah keluar ruangan.Di area parkir depan gedung, m
Mehr lesen