Saat mereka melangkah masuk ke ruang rekreasi keluarga, Nenek Ratna rupanya sudah duduk menanti di depan meja kartu. Melihat ketiganya masuk, wanita sepuh itu langsung menegur dengan raut tidak puas, "Kenapa lama sekali? Ghea, sejak kapan kamu pulang?""Nenek, aku dan Arishen baru saja sampai," jawab Ghea tersenyum ramah seraya memilih kursi kosong dan mendudukinya."Pas sekali, kamu jadi orang keempat, jadi kita tidak kekurangan pemain," sambut Nenek Ratna gembira, lalu melambaikan tangan menyuruh Nyonya Sarah dan Aruna bergegas mengambil tempat.Permainan kartu pun dimulai. Setelah beberapa putaran berlalu, Ghea baru benar-benar menyaksikan tabiat sang Nenek di meja permainan: beliau sangat tegas dan teliti pada lawan mainnya, menuntut aturan ditaati dengan kaku. Namun giliran dirinya sendiri, Nenek Ratna sangat longgar—kerap menarik kembali kartu yang sudah dilempar ke meja, bahkan menyelipkan kartu tambahan tanpa rasa bersalah.Ghea membatin geli di dalam hati; pantas saja Aruna s
อ่านเพิ่มเติม