"Ada petunjuk sekecil apa pun, laporkan sekarang!" perintah Arka tegas sambil bertumpu pada meja ruang komando, rahangnya mengeras dan matanya memerah karena semalaman tidak terpejam.Amara berdiri di samping Arka tanpa mengucapkan bantahan sedikit pun. Wajahnya masih sembap akibat tangisan yang tidak berhenti sejak Junior menghilang. Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, Amara dan Arka berdiri di sisi yang sama tanpa saling menyalahkan."Aku akan periksa semua tempat yang biasa Junior datangi," ujar Amara lirih sambil menyeka air matanya. "Dia suka membaca di perpustakaan kecil dekat taman kota. Mungkin dia ke sana.""Aku kirim tim ke sana sekarang," kata Arka cepat sambil mengangguk. Tangannya langsung memberi isyarat kepada kepala keamanan untuk bergerak."Pak Arka, kami juga sudah menyisir terminal dan stasiun," lapor kepala keamanan sambil membuka peta digital. "Belum ada hasil.""Jangan hentikan pencarian," ucap Arka tegas sambil menunjuk beberapa titik di layar. "Perluas
続きを読む