"Jangan dekati aku lagi!" seru Jr sambil mundur beberapa langkah, wajahnya dipenuhi air hujan dan air mata.Arka Dirgantara berhenti. Ia tidak memaksa mendekat. Dadanya naik turun menahan sesak ketika melihat putranya menggigil di bawah hujan deras."Baik... Papa berhenti di sini," ujar Arka pelan sambil mengangkat kedua tangan, wajahnya penuh penyesalan.Amara Salsabila menatap Arka sekilas. Ia tahu Arka sedang menahan diri agar tidak membuat Jr semakin tertekan."Kamu kedinginan, Nak," ucap Amara lirih sambil menyeka air matanya."Aku nggak peduli!" bentak Jr sambil mengepalkan tangan. "Aku lebih bingung daripada kedinginan!"Suasana kembali sunyi. Hanya suara hujan yang menghantam dedaunan dan jalan setapak taman.Arka perlahan membuka payung yang sedari tadi dibawanya. Tanpa berkata apa-apa, ia berjalan mendekat satu langkah, lalu meletakkan payung itu di samping Jr."Pakai ini," kata Arka pelan sambil memaksakan senyum tipis."Kamu sendiri?" tanya Jr refleks sambil mengangkat kep
Read more