"Aku baik-baik saja, Ma," jawab Junior pelan sambil memaksakan senyum tipis, tetapi tangannya yang menggenggam sendok terlihat gemetar di atas meja makan.Amara Salsabila memandangi wajah putranya beberapa detik. Lingkar hitam di bawah mata Junior semakin jelas, sementara senyum yang dipaksakan itu tidak mampu menyembunyikan kesedihan di matanya. Naluri seorang ibu mengatakan ada sesuatu yang sedang disembunyikan anaknya."Kamu yakin tidak ada masalah?" tanya Amara lembut sambil mengusap punggung tangan Junior.Junior mengangguk pelan."Aku cuma capek," jawab Junior singkat.Amara tidak bertanya lagi. Ia memilih tersenyum tipis lalu kembali menyendokkan sup ke mangkuk Junior. Namun setelah beberapa menit, Amara menyadari semangkuk makanan itu hampir tidak disentuh sedikit pun."Makannya dihabiskan ya," ujar Amara lembut sambil berdiri membawa gelas minum ke dapur."Iya, Ma," sahut Junior pelan.Begitu Amara menghilang dari ruang makan, Junior meletakkan sendoknya. Nafsu makannya benar
Read more