“Maaf, Jar, untuk sekarang aku masih belum memikirkan hal semacam itu. Ada yang namanya prioritas, dan prioritasku saat ini adalah Nova. Semua yang aku lakukan ... demi adikku.”Salma melanjutkan, “Aku tahu kamu pasti kecewa, tapi aku nggak bisa mengembalikan cerita ke jalurnya. Aku rasa, mungkin memang harus begini. Kita ditakdirkan....”“Kenapa nggak bisa?” potong Anjar. “Padahal kamu nggak benar-benar menikah dengan Pak Rivan, juga hanya menggantikan Nova pada saat-saat tertentu aja.”“Ini nggak sesederhana yang kamu pikirkan, Anjar. Aku serius.”“Kalau begitu, buat aku paham. Setidaknya beri tahu aku apa yang sebenarnya terjadi?” mohon pria itu. “Seserius apa keadaan Nova sampai kamu begini,” tambahnya.“Dia koma,” jujur Salma akhirnya.Anjar terdiam selama beberapa saat lantaran terkejut.“Udah empat bulan dan sampai detik ini, dia masih belum sadarkan diri,” kata Salma lagi.“Ya ampun, aku bersalah banget karena sempat percaya rumor tentang Nova sedang hamil. Dan demi menjaga rep
続きを読む