“Wah gilaaa, job lo makin banyak,” ucap Yoga dengan begitu hebohnya. “Tapi seharusnya gue nggak heran, sih. Ini Indonesia, semakin dihujat ... semakin viral dan semakin banyak job,” sambung sang manajer.“Gue jadi pengen berterima kasih sama Tiana,” kata Yoga lagi.“Bisa-bisanya lo happy di atas penderitaan gue.”“Penderitaan apanya, sih, Jar? Lo semakin laku dan otomatis duit lo semakin banyak. Seharusnya lo senang, karena nggak ada lagi yang lebih penting dari duit.”“Sial,” umpat Anjar. “Gara-gara ini, cewek yang gue mau jadi salah paham. Parahnya, gue belum bisa jelasin apa-apa karena belum ada kesempatan buat ketemu,” lanjutnya.“Haruskah gue kembalikan hape lo sekarang?” tanya Yoga tampak berpikir. “Hmm bisa, sih, asalkan lo nggak aneh-aneh. Jangan membuat klarifikasi apa pun, apalagi sampai blunder.”“Telat, gue udah beli hape lagi,” jujur Anjar. “Kalau gue mau klarifikasi, udah gue lakukan. Toh tinggal log-in media sosial aja, kan? Lo pikir gue nggak bisa?”“Terus kenapa nggak
続きを読む