Sinar matahari menyelinap melalui jendela besar aula Menara Alkimia, menyinari butiran debu yang melayang di udara. Long Tian duduk di singgasana kayu cendana, menatap tumpukan gulungan perkamen yang menggunung di atas meja. Qin Feng berdiri di sampingnya dengan kepala tertunduk, sementara para tetua faksi konservatif mengamati dari kejauhan dengan rahang mengeras."Aku tidak butuh sumpah setia yang manis di bibir," ujar Long Tian sambil melempar sebuah daftar distribusi pil ke atas meja. "Aku butuh transparansi. Berikan kepadaku seluruh laporan gudang, daftar murid inti, jaringan distribusi pil hingga ke pelosok desa, dan yang paling penting, catatan hutang politik Menara kepada faksi-faksi lain."Suasana aula mendadak tegang. Seorang Penatua dari faksi konservatif, pria tua berjubah abu-abu bernama Tetua Zuo, melangkah maju dengan wajah memerah. "Tuan Long Tian, Anda sudah melampaui batas. Menara ini memiliki privasi selama
اقرأ المزيد