“Gimana, Papa?” tanya Kanala lagi karena Dharma tidak langsung menjawab pertanyaannya tadi.“Kalau itu Papa nggak bisa janji. Papa kan harus kerja. Tapi Papa coba usahain nanti, ya,” jawab Dharma.Kanala menggumam panjang, lalu berkata, “Oke, Papa!”Dharma mengernyit. Keheranan karena tidak biasanya Kanala akan langsung mengiyakan tanpa merajuk dulu.“Kata Bunda kan Papa sibuk. Bunda selalu ingetin aku buat nggak ganggu Papa kalau baru pulang kerja karena Papa pasti capek,” jelas Kanala yang membuat Dharma tanpa sadar tersenyum tipis.“Anak Papa udah besar ya ternyata. Pengertian banget.”“Papa, bentar,” kata Kanala tiba-tiba. Mengabaikan raut bingung Dharma, gadis itu menoleh ke belakang dan berseru, “Bunda!”Laras tersentak dan segera menguasai diri. Laras baru akan bertanya saat Kanala tiba-tiba sudah melepaskan tangan Dharma dan kembali mendekat ke meja makan.“Kenapa, La? Ada yang kelupaan dibawa?” tanya Laras dengan kening berkerut. “Nala mau cium Bunda,” jawab Kanala dengan se
Read more