“Raka,” sapa Nathan. Dia mengurai pelukannya pada Salsa, “dari mana kamu tahu kami di sini?” tanyanya.“Saya tadi nganterin Alea ke rumah Salsa. Katanya kangen Twins, dan suster bilang Ayahnya Salsa pingsan. Jadi saya menyusul ke sini,” jawab Raka.“Makasih, Pak Raka,” ujar Salsa. Ternyata dia tak sendirian.“Sama-sama, Sa.”“Lalu di mana Alea?” tanya Nathan.“Alea di rumah Salsa, Pak. Kenzo dan Kenzi masih menangis,” jelasnya.Mendengar itu kembali membuat hati Salsa sakit. Tapi dia tidak mungkin mengajak kedua anaknya ke rumah sakit, berharap agar sang sahabat bisa membuat keduanya tidak menangis lagi. Raka pun duduk di samping Nathan dan berbicara tentang kondisi ayahnya Salsa yang kemungkinan kelelahan. Sementara Salsa memilih diam.Hampir satu jam Salsa duduk membungkuk di kursi tunggu UGD. Matanya tidak berkedip menatap celah kecil di pintu ruang tindakan.Setelah menunggu proses pemeriksaan tes darah awal yang terasa sangat lama dan menyiksa, pintu ruangan UGD akhirnya terbuka.
Read more