Nathan kembali menekan tengkuk Salsa untuk memperdalam ciumannya. Nafsunya benar-benar sulit untuk ditahan lagi. Lima tahun miliknya nganggur, kalau barang antiknya ini berbahan logam kemungkinan sudah karatan.Napas keduanya tersengal saat kehabisan pasokan oksigen. Setelah beberapa menit ciuman keduanya terlepas, Nathan menarik tangan Salsa diletakkan di atas miliknya yang sudah mencapai ukuran maksimal.“Ini salah...” bisik Salsa lirih. Suaranya bergetar, beradu dengan napasnya yang menderu.“Nggak ada yang salah, sayang. Kalau pikiranmu masih tertuju pada Clara, aku janji akan cari jalan keluar,” potong Nathan. Tangannya terulur membelai pipi Salsa, mengusap sisa air mata yang kembali membasahi kulit halus itu. “Beri aku waktu buat selesaikan semuanya. Aku tahu ini nggak akan mudah, tapi semua rasa sakit yang kamu tanggung sendirian selama lima tahun ke belakang bakal kuganti dengan kebahagiaan. Tolong bersabar sedikit lagi, sayang... Aku sangat mencintaimu.”Salsa mendongak, mena
Read more