Tak ingin membuang-buang waktu, Salsa segera bersiap untuk makan malam bersama Alea dan papanya. Meski kejengkelannya akibat urusan kantor tadi siang belum sepenuhnya hilang, Salsa tahu tidak ada celah sedikit pun untuk menolak ajakan sepihak dari sahabatnya itu.Dia langsung menanggalkan baju tidur yang baru dikenakannya, lalu menyambar mini dress santai dari lemari. Urusan dandan jelas dia lewati karena Salsa selalu lebih nyaman tampil polos tanpa riasan wajah yang mencolok. Namun, tangannya sempat tertahan di depan lemari saat harus memilih tas.Salsa mendesah berat beralih menatap sebuah tote bag besar—hadiah dari Nathan—yang tergeletak di sudut kamar. Di tengah situasi genting ini, dia tidak berani meninggalkan laptop, dokumen penting, dan buku tabungannya di dalam kontrakan. Zara baru saja mengamuk, dan Salsa tahu kakak tirinya itu bisa nekat melakukan apa saja jika ditinggal sendirian. Meski hatinya dongkol setengah mati pada Nathan, tas besar dari pria itu adalah satu-satunya
Read more