Share

Chapter 43

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-06-20 23:25:02

“Om,” protes Salsa saat kain yang dipakai ikat tangannya disangkutkan ke kaki sofa membuatnya semakin sulit buat bergerak.

Nathan tersenyum miring melihat Salsa ingin protes. Tapi bukannya membuka ikatan di tangan Salsa, Nathan malah mengambil lakban untuk menutup bibir Salsa.

Sreeet

Mata Salsa melotot tapi Nathan tidak peduli. Dia menurunkan sandaran sofa agar gerakannya lebih leluasa saat menikmati tubuh gadis muda ini. Wajah mereka kini sangat dekat bahkan hembusan hangat napas pria itu tera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Brenda Ritawati
1900900057485114p
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 159

    “Mana Kakek, Mama?” Kenzo dan Kenzi terus merengek sambil menarik-narik tangan sang Mama agar segera memberi jawaban yang membuat mereka puas.Sudah hampir setengah jam Salsa tiba di rumah setelah Alea menelepon Nathan. Tadi Alea mengabarkan kalau si kembar tidak berhenti menangis, dan Salsa terpaksa pulang karena takut suara tangisan anak-anaknya mengganggu tetangga di malam hari. Tapi bahkan setelah Salsa berada di hadapan mereka, tangisan kedua bocah itu belum juga reda.“Kakek lagi berobat, sayang,” jawab Salsa pelan. Kalimat yang sama terus ia ulang setiap kali si kembar melempar pertanyaan yang sama. Matanya yang sembab dan merah berusaha menatap kedua anaknya.“Anterin ke sana. Kenzo mau temenin Kakek berobat,” cerocos Kenzo dengan suara serak.Di pikiran polos mereka, Kakek kasihan kalau harus sendirian di luar sana. Sejak kecil, si kembar memang sangat dekat dengan sang kakek. Pria tua itulah yang selalu masak makanan enak untuk mereka dan juga selalu menemani si kembar berma

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 158

    “Gak ah. Kamu ini ada-ada saja idenya. Lihat fotoku sama Clara di sosmed saja udah tiga kali ngambek dia. Gak ah,” tolak Nathan. Menurutnya ide asistennya ini sangat konyol. “Tapi hanya itu cara paling mudah untuk membongkar semua, Pak. Salsa pasti ngerti karena memang status anda dan Nona Clara masih tunangan,” bujuk Raka lagi. “Ngerti apaan? Dia itu sekarang memposisikan dirinya sebagai orang ketiga. Sampai stress aku jelasin. Asal kamu tahu ya, dua jam di apartemen, aku sudah hampir gila jelasin ke dia tentang keadaan rumit ini. Sekali dijelasin dia bilang paham, nggak lama lagi nangis lagi. Terus aja kayak gitu. Belum lagi nanti dia pasti akan melihat foto terbaruku dan Clara di sosial media yang berhasil diedit oleh wartawan sialan itu. Sudah pasti dia marah-marah lagi. Kamu sih enak karena Alea nurut dan percaya. Lah Salsa itu jelmaan singa betina kalau dia sudah lagi marah dan ngambek,” omel Nathan lagi.“Jadi bapak kalah sama Salsa? Suami takut istri nanti kalau sudah menika

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 157

    Salsa cuma bisa duduk diam di depan ruang ICU, diapit Nathan dan Raka. Sejak ayahnya dipindahkan ke ruangan itu, air matanya tak pernah kering. Pipinya basah dan matanya sudah bengkak. Dari balik pintu kaca, dia bisa melihat ayahnya terbaring lemas dengan berbagai alat medis dan selang yang menempel di tubuhnya.Nathan sudah berkali-kali memegang pundaknya, berusaha mengajak berbicara dan menenangkannya. Raka juga berulang kali menyodorkan air minum dan menyuruhnya istirahat sebentar. Tapi Salsa sama sekali tidak merespons. Dia seolah tidak menganggap keberadaan dua orang di dekatnya itu. Suara orang-orang di sekitarnya cuma terdengar seperti angin lalu.Tatapannya kosong mengarah ke pintu ruang ICU. Pikirannya benar-benar kalut karena takut. Dia sangat takut kalau tiba-tiba pintu itu terbuka dan dokter keluar membawa berita buruk. Salsa takut sekali kalau ayahnya tidak bertahan dan pergi meninggalkan dia.Kenyataan kalau ayahnya kena kanker darah benar-benar bikin Salsa hancur. Dia t

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 156

    “Raka,” sapa Nathan. Dia mengurai pelukannya pada Salsa, “dari mana kamu tahu kami di sini?” tanyanya.“Saya tadi nganterin Alea ke rumah Salsa. Katanya kangen Twins, dan suster bilang Ayahnya Salsa pingsan. Jadi saya menyusul ke sini,” jawab Raka.“Makasih, Pak Raka,” ujar Salsa. Ternyata dia tak sendirian.“Sama-sama, Sa.”“Lalu di mana Alea?” tanya Nathan.“Alea di rumah Salsa, Pak. Kenzo dan Kenzi masih menangis,” jelasnya.Mendengar itu kembali membuat hati Salsa sakit. Tapi dia tidak mungkin mengajak kedua anaknya ke rumah sakit, berharap agar sang sahabat bisa membuat keduanya tidak menangis lagi. Raka pun duduk di samping Nathan dan berbicara tentang kondisi ayahnya Salsa yang kemungkinan kelelahan. Sementara Salsa memilih diam.Hampir satu jam Salsa duduk membungkuk di kursi tunggu UGD. Matanya tidak berkedip menatap celah kecil di pintu ruang tindakan.Setelah menunggu proses pemeriksaan tes darah awal yang terasa sangat lama dan menyiksa, pintu ruangan UGD akhirnya terbuka.

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 155

    “Sabar, sayang. Ayah pasti cuma kecapean,” bujuk Nathan karena tak kuasa melihat Salsa terus menangis. “Harusnya dulu aku gak izinin Ayah jagain Kenzo dan Kenzi sendirian. Kadang aku pulang larut malam. Ayah pasti lelah banget,” sahut Salsa mencoba menyalahkan dirinya sendiri atas keadaan yang menimpa Ayahnya. Tangan sang ayah sangat dingin membuat Salsa semakin takut. “Kalau ada yang harus disalahkan atas keadaan ini, itu adalah aku, sayang. Gara-gara aku kalian menderita. Gara-gara aku kamu harus banting tulang bekerja demi menghidupi anak-anak kita dan juga Ayah. Gara-gara aku, ayah harus kelelahan. Dengan nyawa pun aku tukar, tidak akan pernah bisa membalas penderitaan yang sudah kalian alami terdahulu. Aku tahu penyesalan ini akan aku rasakan seumur hidup dan semuanya akan sia-sia karena aku tidak akan pernah bisa merubah masa lalu kita. Aku minta maaf,” ujar Nathan ikut menyalahkan dirinya sendiri. Demi apapun sejak pertama kali mengetahui penderitaan Salsa, rasa bersalah men

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 154

    “Ayah, Ayah... Bangun, Yah,” panggil Salsa terisak sambil mengguncang bahu ayahnya. Seketika itu juga, Salsa bisa merasakan suhu tubuh ayahnya mendadak naik dan panas tinggi.“Ada apa ini, Bu? Ada apa?” tanya pengasuh si kembar yang langsung berhamburan masuk karena mendengar teriakan Salsa.“Ayah saya pingsan, Suster!” ucap Salsa panik setengah mati. Tangannya sampai gemetar hebat saat berusaha merogoh ponsel di tasnya untuk memesan taksi online.Di saat yang bersamaan, Nathan baru saja tiba di depan rumah dengan membawa banyak kantong makanan. Sesuai janjinya pada Salsa, pria itu memang datang mengendarai taksi online demi menjaga kerahasiaan mereka.“Ada apa, Suster?” tanya Nathan heran begitu melihat salah satu pengasuh anaknya berdiri di ambang pintu kamar dengan raut wajah panik. Kedua anaknya yang juga berdiri di ambang pintu menoleh ke arah Nathan lalu menunjuk ke kamar sang kakek. Keduanya seakan tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres. Mereka sama sekali tidak fokus pada mak

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 39

    Begitu pintu ruangannya tertutup dan Salsa keluar, Nathan langsung melonggarkan dasinya yang terasa mencekik leher. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi. Dia tidak membuang waktu untuk memikirkan hal lain dan langsung meraih ponsel pribadinya di atas meja kerja. Targetnya sudah jelas, yaitu menghanc

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Lingerie

    Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status