Bab 101 Cahaya matahari pagi menyelinap lembut lewat celah gorden jendela, menyentuh permukaan meja kayu yang masih tertata rapi dengan buku catatan biru muda, selembar daftar rencana yang baru saja mereka buat kemarin, dan sisa kotak kenangan yang belum sempat disimpan kembali. Melati terbangun lebih awal dari biasanya, tubuhnya terasa lebih segar dibandingkan hari-hari sebelumnya, seolah beban samar yang selama ini ia gendong perlahan luruh digantikan oleh semangat baru. Ia berbaring diam sejenak, menatap wajah Arthur yang masih terlelap damai di sebelahnya, lalu perlahan meletakkan telapak tangannya di atas perutnya. Tidak ada getaran seperti kemarin pagi, namun Melati tidak merasa kecewa. Ia justru tersenyum tipis, membayangkan si kecil mungkin sedang beristirahat dengan tenang di ruang hangat itu, menyimpan energi untuk tumbuh lebih kuat. “Kita akan berjalan perlahan ya, Nak,” bisiknya pelan, suaranya begitu lembut seolah takut mengganggu ketenan
Last Updated : 2026-07-16 Read more