Bab 83 Angin berhembus lebih lembut saat Melati berhenti di tengah hamparan bunga liar, tangannya terulur perlahan menyentuh kelopak bunga berwarna ungu yang bergoyang di tiupan angin. Kelopak itu terasa halus di ujung jari, sehalus rasa damai yang kini memenuhi hatinya. Arthur berdiri tak jauh di belakangnya, menatap sosok istrinya yang disinari cahaya matahari pagi yang makin terang. Bagi Arthur, pemandangan di hadapannya—wanita yang dicintainya tertawa lepas di tengah lautan warna—jauh lebih indah daripada pemandangan alam mana pun di dunia ini. Melati berbalik perlahan, senyumnya masih merekah lebar. "Mas, lihat deh! Warnanya cantik sekali, bertebaran seperti bintang yang jatuh ke bumi," serunya, matanya berbinar penuh kekaguman. Arthur berjalan mendekat, lalu berdiri di sampingnya sambil menatap hamparan bunga yang membentang luas. "Sama seperti kamu," jawabnya pelan, suaranya terdengar begitu tulus hingga membuat pipi Melati merona kemba
Last Updated : 2026-07-12 Read more