"Kak Sarah!"Junet, anak buah Dewa, tiba-tiba muncul dan langsung terjun dari motor yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi. Pria berbadan besar itu meloncat gesit ke arah Pak Maman, menangkap kedua tangan pria tua tersebut dan memelintirnya kuat-kuat ke belakang punggung hingga Pak Maman mengaduh kesakitan."Kau...?" Sarah terkejut melihat kedatangan Junet yang mendadak, kini disusul beberapa rekannya, juga berperawakan seram dan berbadan tegap."Saya Junet. Bang Dewa menghubungi kami, katanya Kak Sarah butuh bantuan darurat di sini," ucap Junet santai, lalu melirik tajam ke arah Pak Maman yang sudah tidak berkutik."Eh, ini bapak-bapak yang kemarin dinihari hendak membobol kunci ruko, bukan ya? Oh, ternyata karena gak bisa mencuri di ruko, sekarang beraksi dengan datang kemari?!" ucap Junet, mengenali wajah Pak Maman."Kak Sarah dan kakak cantik tidak apa-apa, 'kan? Biar kami bawa kedua orang ini ke markas...""Ya, kami baik-baik saja. Terima kasih, Junet. Antarkan saja mereka pu
Read more