Sarah membuka tas sandangnya, lalu mengeluarkan beberapa dokumen asli sertifikat rumah tinggal, surat kepemilikan ruko dan tanah.Dewa menerima dokumen tersebut, lalu mencocokkannya dengan peta digital di tablet miliknya untuk memeriksa nilai aset."Dari semua berkas ini, hanya ruko yang memiliki nilai jual tinggi. Sedangkan tanah ini berada di lokasi yang terlalu terpencil," tutur Dewa objektif, mengetukkan jemarinya di atas meja.Sarah mengembuskan napas panjang, "Ada satu unit mobil Lexus ES atas namaku. Tapi kelengkapan suratnya baru bisa kuberikan nanti malam," ujar Sarah, mengingat ia hanya membawa BPKB-nya saja sementara mobilnya saat ini sedang dibawa oleh Rafli.Dewa menimbang sejenak, lalu mengangguk, "Baik. Orang saya yang akan mengambil sisa kelengkapan surat mobilnya nanti malam ke alamat rumah kakak. Boleh saya meminta kartu identitas, alamat lengkap, dan nomor telepon Kakak?"Tanpa keraguan sedikit pun, Sarah menyerahkan KTP miliknya. Dalam benaknya, ia yakin Catherine t
Read more