Madam Maria turun tangan langsung ke dapur, meracik dan menyiapkan sendiri menu makan malam spesial."Madam, biar saya saja yang memotong sayurannya. Apakah untuk salad?" Krista berulang kali menawarkan diri hendak mengambil alih pekerjaan Madam Maria, namun wanita tua itu tetap menolaknya dengan halus."Tidak perlu, Krista. Aku hanya ingin menyiapkan makan malam untuk ayah mertuaku, juga cucu dan cicitku. Kau tidak perlu sungkan," tolak Madam Maria lunak, persis seperti cara bicaranya selama ini kepada Krista yang sudah ia anggap seperti sahabat, bahkan adik perempuannya sendiri."Tapi...""Ayah tidak terlalu suka makanannya disiapkan oleh orang yang tidak ia percayai," potong Madam Maria tegas, menghentikan kalimat protes Krista."Oh, maaf. Bukan maksudku menyakitimu. Tapi, sebagai menantu, s
Read more