Teilen

73.

last update Veröffentlichungsdatum: 18.07.2026 23:40:50

"Lalu, kamu sudah lapor polisi?" tanya Vania polos. Ia memperhatikan lekat-lekat kondisi Rafli dan kedua orang tuanya yang tampak ringkih.

"Sudah lapor, tapi kami gak punya bukti kuat. Tempat kejadiannya sepi banget, dan kata banyak orang, di daerah tempat kejadian itu sering ada mobil atau motor yang dicegat lalu dibawa kabur. Sampai sekarang polisi masih kesulitan melacak kelompok pencurinya," sahut Rafli sangat lihai menyusun alibi kebohongan. Bahkan suaranya terdengar begitu meyakinkan, tan
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (9)
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
hadeeeh masih sempet main jungkit jvngkit kaluan padahal lagi dipantau
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
weeh ternyata abah rizal orang ternama .... banyak nian musuh kalian.
goodnovel comment avatar
Paulina
mulai lagi ini Rafli melukan ritual terkutuk itu begitu juga pak Maman dan istrinya
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    129.

    Sarah sudah selesai meracik satu botol parfum menggunakan instingnya, setelah mencium aroma dasar dari setiap parfum di dalam drawer."Ini... sangat lembut dan wangi. Ada kehangatan yang membuat pikiran merasa damai dalam seketika setelah menghirup aromanya," tutur Mister Konstantin setelah Sarah memberikan sampel di atas kertas uji pada kakek buyutnya itu."Kau sungguh berbakat, Nak."Kalimat itu bukan sekadar pujian, melainkan sebuah pernyataan. Mister Konstantin merasa sangat bangga pada Sarah."Praded akan buatkan satu, khusus hanya untukmu," bisik Mister Konstantin.Kakek buyutnya Sarah dan Ethan yang masih sehat tersebut, bergerak penuh keanggunan, meraih pipet dan mencium setiap aroma di dalam botol dengan khusyuk sambil memejamkan mata, sebelum meramunya ke dalam satu botol kosong.Tak lama kemudian, satu botol ramuan khusus pun selesai. Mister Konstantin menyerahkannya pada Sarah, yang langsung menyemprotkannya ke pergelangan tangan."Oh..."Sarah memejamkan mata. Ia mengangka

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    129.

    Sarah sudah selesai meracik satu botol parfum menggunakan instingnya, setelah mencium aroma dasar dari setiap parfum di dalam drawer."Ini... sangat lembut dan wangi. Ada kehangatan yang membuat pikiran merasa damai dalam seketika setelah menghirup aromanya," tutur Mister Konstantin setelah Sarah memberikan sampel di atas kertas uji pada kakek buyutnya itu."Kau sungguh berbakat, Nak."Kalimat itu bukan sekadar pujian, melainkan sebuah pernyataan. Mister Konstantin merasa sangat bangga pada Sarah."Praded akan buatkan satu, khusus hanya untukmu," bisik Mister Konstantin.Kakek buyutnya Sarah dan Ethan yang masih sehat tersebut, bergerak penuh keanggunan, meraih pipet dan mencium setiap aroma di dalam botol dengan khusyuk sambil memejamkan mata, sebelum meramunya ke dalam satu botol kosong.Tak lama kemudian, satu botol ramuan khusus pun selesai. Mister Konstantin menyerahkannya pada Sarah, yang langsung menyemprotkannya ke pergelangan tangan."Oh..."Sarah memejamkan mata. Ia mengangka

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    128.

    Sudut bibir Mister Konstantin tertarik samar. Ia menarik lembut kepala Sarah agar bersandar ke pundaknya, "Indar memang pelayan pribadi yang sudah dianggap sahabat oleh Anna. Tetapi hati Praded tahu, Indar tak akan mungkin melakukan perbuatan terkutuk itu... meracuni Anna atau pun Raphael."Tangan tua Mister Konstantin membelai lembut rambut Sarah, "Otak boleh jenius, Nak, tetapi kepekaan hati harus tetap dijaga dengan baik. Apakah kau pernah merasa Ibumu tidak menyayangimu dengan tulus?"Sarah memutar wajahnya, menyusupkan kepalanya ke dada Mister Konstantin. Pundaknya gemetar dan tangisnya pun akhirnya pecah. Beberapa detik lalu, ia sempat membisikkan prasangka buruk atas kesetiaan orang yang telah membesarkan dan mempertaruhkan nyawa untuk mencintainya dengan tulus.Setelah beberapa saat dan tangis Sarah mulai mereda, Mister Konstantin membawa Sarah bangkit berdiri. "Mari, kita lihat ruangan tempat Adeline biasa meracik parfum," ajaknya lembut.Sambil melangkah menelusuri lorong ha

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    127.

    Awalnya Mister Konstantin merasa sangat terhibur bermain dengan Ethan dan Tachi. Ia mencurangi Ethan yang akhirnya tak bisa berkutik saat wajah tampannya ditempeli kertas warna-warni, serta melihat bagaimana Tachi tertawa meledak sangat lucu dan menggemaskan."Kalian bermainlah, aku mau melihat Sarah dulu," ucap Mister Konstantin sebelum bangkit dari duduknya, meninggalkan Ethan dan Tachi yang masih tergelak melihat sang Daddy benar-benar seperti boneka penuh warna.Brian yang baru saja tiba di ruang keluarga untuk mengantarkan tablet kerja pada Ethan, mati-matian menggigit bibirnya agar tidak ikut menertawakan bos dinginnya yang kini memasang tatapan tajam membunuh padanya."Sekali saja kau tertawa, kupatahkan gigi depanmu!" geram Ethan cepat dalam bahasa Rusia agar tidak dipahami oleh Tachi.Ethan lalu menoleh pada Tachi yang sedang menyusun kayu Uno, "Daddy periksa pekerjaan dulu sebentar, nanti kita main lagi. Atau Tachi mau makan camilan?"Mendengar kata camilan, Tachi mengangguk

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    126.

    Pagi di Yaroslavl menyapa dengan kesunyian yang menenangkan. Kelopak mata Sarah sudah terbuka sejak beberapa menit lalu. Namun kaki Tachi yang menimpa pinggang serta memeluknya dari belakang masih belum bergeser. Anak itu masih pulas dan Sarah pun enggan melepaskannya, khawatir anak lelaki yang super aktif tersebut akan terbangun dan susah ditidurkan kembali.Tiba-tiba pintu kamar tempat Sarah dan Tachi tertidur terbuka dari luar."Kau... kenapa kau kemari?" tanya Sarah berbisik pada Ethan yang langsung merebahkan tubuh di sebelahnya."Tidur," sahut Ethan pendek. Ia menarik bantal kepala Sarah lalu membaringkan kepalanya tepat di dekat pundak wanitanya itu."Jangan aneh-aneh, Ethan!" geram Sarah mendorong dada Ethan yang memiringkan tubuh ke arahnya dengan kelopak mata terpejam, "Cepat keluar sebelum Tachi ikut terbangun karena ulahmu!""Kalau dia bangun, nanti kutidurkan kembali," Ethan menjawab santai.Rahang Sarah benar-benar mengencang menahan geram melihat kelakuan Ethan yang sud

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    125.

    Kini, cahaya kota mulai berkurang. Gedung-gedung tinggi menghilang dari pandangan. Jalan raya yang tadi dipenuhi lampu, perlahan berubah menjadi garis-garis cahaya yang semakin jarang. Kemudian, hutan mulai mendominasi pemandangan di bawah mereka."Moskow sudah hilang?" tanya Tachi menoleh ke belakang untuk melihat pemandangan yang telah mereka lewati.Mister Konstantin mengangguk sambil mengusap lembut pinggang anak lelaki itu. "Ya, kita sudah meninggalkan Moskow."Tachi kembali menempelkan wajahnya lebih dekat ke jendela, "Sekarang lebih gelap.""Yaroslavl tidak seperti Moskow yang ramai dan berisik," ucap Mister Konstantin dengan nada lembut. "Yaroslavl lebih tenang."Tachi mengangguk seolah otak kecilnya mengerti. Matanya tak lagi melihat siluet gedung pencakar langit, tidak ada lampu. Han

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    7.

    Karena pemeriksaan medis menyatakan kondisi Sarah stabil dan tidak ada keluhan fisik yang berarti, Ia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit. Sarah juga memiliki hal yang perlu dia selesaikan secepatnya"Kita makan-makan dulu yuk, Abah... Ibu," ajak Sarah sembari menatap kedua orangtua angkatnya

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    6.

    Tak lama setelah obrolan hangat di dalam ruangan perawatan Sarah, pintu kamar rawat itu tiba-tiba diketuk pelan. Sosok tinggi tegap dr. Ali melangkah masuk dengan senyum ramah yang menenangkan. Di tangannya, terdapat sebuah map berisi hasil laboratorium Sarah yang keluar pagi ini."Selamat pagi. Wa

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    1.

    "Ahh ..." Kepala Pitri terlontar ke belakang dan dadanya membusung ke depan, merasakan gempuran Rafli di bawah sana yang sangat menyesakkan namun membuat seluruh syarafnya bergetar nikmat. "Tahan, Sayang ...sedikit lagi abang juga sampai." bisik Rafli sembari terus memompa cepat. Suara Pitri

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status