Pagi hari di kediaman keluarga Arman... “Nyonya, apakah Saya boleh keluar sebentar pagi ini?” Pagi hari, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Bela mencoba mendapatkan kemurahan hati majikannya untuk pergi menemui Arya hari ini. Tak mendapat kabar sama sekali dari lelaki yang teramat dicintainya itu membuat Bela ingin menemuinya langsung di apartementnya. Oleh karenanya, ia mengumpulkan keberaniannya untuk meminta ijin sang majikan. Pagi itu Nyonya Arman sedang santai di atas kursi goyangnya sembari membaca sebuah majalah di tangannya. Bela memainkan jari-jarinya, menunggu dengan perasaan tak tenang akan jawaban dari majikannya. “Mau kemana?” tanya Nyonya Arman sembari terus membaca majalah di tangannya. “Ke rumah teman, Nyonya.” Nyonya Arman menutup majalahnya, lalu memandangi wajah Bela dengan tatapan sinisnya. “Oke, pergilah!” jawabnya. “Kebetulan aku tak ingin melihat wajahmu yang menjengkelkan hari ini! Haiiiissshhh! Memikirkan peristiwa semalam saja membuatku muak.” “Jadi,
Read more