‘PLAK! PLAK!’ “Sudah berani kurang ajar kamu!” Ketika Bela sampai di rumah majikannya, ia mendapatkan sebuah tamparan hebat karena memergokinya pulang larut malam. Karena memang sesungguhnya seorang pembantu tak diperkenankan keluar kecuali untuk memenuhi tugas dari majikannya. Kini, Bela sungguh harus menerima sikap kasar yang diberikan majikannya karena kesalahan yang dibuatnya. Belum juga tamparan tadi pagi ia sembuhkan, kini ia mendapatkan hukuman keji itu lagi. Bagi Bela, tidak mungkin untuknya menceritakan kejadian yang sebenarnya telah terjadi kepada Nyonya Arman. Ia berpikir, alih-alih mempercayai perkataannya, pasti hanyalah perlakuan kasarlah yang ia terima. Seburuk apapun tingkah Rio, Nyonya Arman tak akan pernah mempercayainya selama hal itu menyangkut dengan kerugian fisik yang di dapat oleh seorang pekerja dirumahnya seperti Bela. “Maafkan Saya, Nyonya!” Bela menundukkan wajahnya, ia menahan air matanya yang hampir saja keluar karena sudah tak tahan dengan tamparan y
Read more