“Tuan, ini selimutnya.” Malam semakin larut, sesuai rencana sang ibu, Virgo tidur di kamar Bela. Sementara Bela sudah berencana tidur berdua dengan ibunya di kamar lainnya. Sejenak Virgo mengamati selimut pemberian Bela, lalu menerimanya dengan cepat karena hawa dingin yang terus menusuk tubuhnya. Meski telah mengenakan 3 lapis pakaian dan jaket tebal, bagi Virgo masih terasa sangat dingin. Udara di dataran tinggi Dieng di malam hari benar-benar terasa sangat dingin meski ia sudah menutup semua tubuhnya dengan pakaian bahkan kaos kaki. “Apa kamu tidak memiliki mesin pemanas?” tanya Virgo sembari menahan rasa dingin di sekujur tubuhnya. “Jangankan mesin pemanas, kipas angin pun kami tak punya, Tuan.” jawab Bela. Virgo terkekeh mendengar jawaban Bela yang begitu polos baginya. Seharusnya gadis itu menutupi kekurangannya pada dirinya sebagai seorang tamu, namun ternyata gadis itu malah mengatakan hal apa adanya. Bela pun menyadari tatapan mata itu, yang tanpa sadar sedikit menert
Read more