Home / Romansa / Aku Menginginkanmu / Datangnya Keberanian

Share

Datangnya Keberanian

last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-31 21:05:49

Bela masih terperangah menatap Fani-majikannya yang nampak sangat marah padanya. Rasa nyeri yang luar biasa ia rasakan di pipinya. Kini, pipi itu tak hanya memerah, tapi keadaannya sudah semakin parah. Tak hanya sekedar bengkak, pipi yang ditampar oleh Fani sedikit tergores dengan cincin yang dikenakannya.

“Dasar anak pembantu gak tau malu! Berani-beraninya kamu merayu lelaki yang ku sukai!”

Bela terdiam, ia menundukkan kepalanya karena takut. Tangannya pun gemetaran. Namun, entah mengapa ia te
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Aku Menginginkanmu   Kenangan Apa Yang Aku Lupakan?

    “Sekarang ikutlah denganku, kita akan mengantar ibumu terlebih dahulu.”Pertengkaran yang begitu hebat, membuat Tuan Arman bersedia melepaskan Bela dan ibunya. Ia tak ingin membuat Virgo berlama-lama menyaksikan bagaimana keributan yang ada di rumahnya. Ia bisa membawa Bela dan ibunya keluar dari rumah itu dengan kesepakatan yang sudah ia sepakati bersama dengan Tuan Arman untuk melunasi semua hutang pembantunya itu hari ini. Kini, Bela ada di dalam mobil bersama Virgo dan ibunya. Ia duduk di depan bersama Virgo sesuai dengan permintaan sang ibu. Sementara Asih-ibunya, duduk di kursi belakang bersama beberapa barang yang dibawahnya menuju ke rumah baru. Meski sudah terbebas, Asih hanya ingin kembali ke rumahnya yang dulu. Tempat itu terletak di sebuah pemukiman kecil dengan hamparan pantai yang luas. Tempat dimana dahulu Bela dilahirkan dan menikmati masa kecilnya sebelum kemudian keluarganya pindah ke Jakarta untuk bekerja dengan keluarga Tuan Arman.Di dalam mobil, Bela tampak tak

  • Aku Menginginkanmu   Dia Tahu Luka Lama yang Aku Lupakan

    Asih masih tak percaya jika anaknya akan menikah dengan salah seorang pengusaha yang terkenal dengan kesuksessannya. Ia memandangi Asih , yang kini menyeringai di hadapannya, karena tanpa sadar kedatangan Virgo di antara mereka membuat ibunya sangat terkejut. Lalu dengan bahasa isyaratnya pun, Asih mulai menanyakan keheranannya itu kepada Bela-anaknya.“Apa ini sungguh-sungguh Bela? Bagaimana bisa kamu dan Tuan Virgo tiba-tiba saja memutuskan hal ini?”Bela mendekati ibunya yang ada di hadapannya. Ia meraih tangan ibunya dan mendekapnya di depan dada. “Ibu, berjanjilah untuk tak lagi menanyakan mengapa dan bagaimana ini terjadi mulai detik ini juga.” ucapnya pelan. “Hanya satu yang harus ibu ketahui, Bela hanya ingin kita kembali bahagia seperti dulu. Bela hanya ingin melihat senyuman ibu dan amarah ibu kepadaku seorang. Bela hanya ingin penderitaan ini berakhir. Dan Bela berharap, ibu tidak menanyakan lagi tentang apa yang ada di dalam hati ini sesungguhnya. Anggap saja, aku telah b

  • Aku Menginginkanmu   Kedatangan Virgo

    Sinar mentari pagi masuk melalui celah-celah jendela kamar Bela. Bela membuka perlahan kedua matanya sembari memegangi pipinya yang kian hari semakin terasa sakitnya. Hari ini ia harus mengantar Nyonya Arman ke salon untuk membawakan barang belanjaannya seperti biasa. Namun ketika ia membuka matanya.“Selamat pagi Nona Bela!”“AAAAAAAAAAAAAAAAA!” Ia berteriak karena terkejut melihat Virgo yang tiba-tiba saja ada di hadapannya. Lelaki itu sejak tadi sepertinya tengah memperhatikan wajahnya ketika tertidur. Melihat Bela yang terkejut, Virgo menatapnya dengan tatapan anehnya. Satu alisnya terangkat menatap wanita muda di hadapannya.Merasa tak nyaman dengan kehadiran sosok Virgo, Bela beranjak dari tidurnya dan menutup dadanya dengan selimut yang masih dipakainya. Kedua matanya terbelalak lebar menatap lelaki yang kini tengah memandanginya dengan ekspresi biasa saja.“Haish, apakah aku sejelek itu sampai kau berteriak?” sindir Virgo yang sudah berdiri dan melipat kedua tangannya di depa

  • Aku Menginginkanmu   Alasan Mengapa Harus Menikah

    Arya masih tak menyangka bahwa wanita yang pernah singgah di hatinya itu merobek buku rekeningnya begitu saja. Ia dapat melihat dengan jelas bagaimana sorot mata Bela yang menatapnya tajam. Wanita itu tak seperti biasanya. Ia memperlihatkan rasa bencinya terhadap Arya yang baru saja beberapa jam menyakitinya.“Bela, aku bisa mengerti jika kau masih sangat kesal bahkan mungkin membenci diriku.” ucap Arya pelan. “Tapi bagaimanapun juga, uang itu adalah milik kita. Dan sebagian besar adalah milikmu, hasil dari kerja kerasmu selama ini. Seharusnya kamu...”“Maka karena itulah aku harus menghancurkannya.” potong Bela kemudian. “Aku bekerja, mengumpulkan semua itu karena pernah memiliki mimpi yang indah denganmu. Tapi apa gunanya itu sekarang.”“Setidaknya, dengan uang itu kamu bisa menyelesaikan masalahmu dengan keluarga Arman, Bela.”Bela tersenyum smirk. Ia merasa aneh dengan wujud perhatian yang Arya tunjukkan kepadanya. Berminggu-minggu lelaki itu tanpa kabar, bahkan sedetik pun tak pe

  • Aku Menginginkanmu   Datangnya Keberanian

    Bela masih terperangah menatap Fani-majikannya yang nampak sangat marah padanya. Rasa nyeri yang luar biasa ia rasakan di pipinya. Kini, pipi itu tak hanya memerah, tapi keadaannya sudah semakin parah. Tak hanya sekedar bengkak, pipi yang ditampar oleh Fani sedikit tergores dengan cincin yang dikenakannya.“Dasar anak pembantu gak tau malu! Berani-beraninya kamu merayu lelaki yang ku sukai!”Bela terdiam, ia menundukkan kepalanya karena takut. Tangannya pun gemetaran. Namun, entah mengapa ia teringat dengan perkataan Virgo saat di mobil.‘Terkadang kita harus menunjukkan sikap yang sesungguhnya, alih-alih hanya mampu menerima untuk selalu disakiti.’ Kalimat itu terus menggema dalam pikiran Bela. Perkataan Virgo ada benarnya. Selama ini ia hanya diam saja ketika majikannya itu memaki bahkan memukulnya meski ia tak melakukan kesalahan. Tapi, perkataan Virgo di mobil tadi membuat Bela merasa bahwa sudah saatnya ia berhenti berdiam diri. Ia harus mempertahankan haknya sebagai seorang ma

  • Aku Menginginkanmu   Harga diri

    “Sekarang, aku akan mengantarmu ke rumah keluarga Arman. Aku akan membelimu hari ini juga.” ucap Virgo tegas saat keduanya ada di dalam mobil.“Bisakah Tuan tidak mengatakan hal itu lagi?” Nampaknya Bela tidak menyukai perkataan Virgo. Namun Virgo nampaknya masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Bela. Ia tak merasa bahwa telah melakukan kesalahan. Baginya, ia hanya mengungkapkan hal yang memang akan dia lakukan.“Apa aku melakukan kesalahan?”Bela menghela napas sejenak. Meski ia tak berhak marah, namun baginya ia tetap harus mempertegas perkataan yang pantas. “Berhentilah berkata bahwa Tuan akan membeliku, meski itu memang kenyataan yang aku hadapi.” jawab Bela. “Setiap Tuan mengatakannya, aku merasa bahwa aku benar-benar manusia yang tidak punya harga diri.”CKIIT!Tiba-tiba saja Virgo menghentikan laju mobilnya. Perkataan Bela membuatnya tertegun. Apa yang dikatakan wanita itu sepenuhnya benar. Tanpa sadar Virgo terjebak dalam sikap angkuhnya. Perlahan ia menoleh ke arah Be

  • Aku Menginginkanmu   Bimbang

    “APA?” Keterkejutannya itu tanpa sadar membuat Bela berteriak. Menyadari bahwa Virgo sangat terganggu dengan responnya, Bitna menutup kedua mulutnya. Ia menundukkan kembali wajahnya sejenak.‘Kau mau mati ya Bela?’ gumamnya dalam hati.Kini tak hanya gemetaran, jantung Bela pun seakan tengah terom

  • Aku Menginginkanmu   Ajakan Menikah

    1 tahun kemudian ‘PLAK!’Dia adalah Bela, Adelia Amabella. Gadis berusia 19 tahun itu membantu ibunya yang merupakan pembantu rumah tangga di keluarga Arman. Gadis itu memiliki perawakan cantik nan putih bak bidadari, sehingga berulang kali orang yang berjumpa dengannya mengira bahwa dirinya adala

  • Aku Menginginkanmu   Bela

    Di Pemakaman... Sebuah buket bunga lili berwarna putih Virgo letakkan di atas batu nisan istrinya. Tangisnya kembali pecah. Ia sungguh tak mampu menahan air matanya. Teringat olehnya bagaimana senyuman cantik itu menyambutnya saat ia memberikan buket bunga lili kesukaannya. Kini, ia sungguh tak me

  • Aku Menginginkanmu   Prolog

    ‘Lima belas tahun aku lewati bersamamu, tak ku sangka untuk pertama kalinya kamu membuatku takut kembali setelah waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Aku sungguh tak menyangka akan berlari seperti ini lagi untukmu setelah waktu bahagia yang kita lewatkan bersama-sama.’ Virgo kala itu baru saja pu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status