Home / Romansa / Aku Menginginkanmu / Membuatku Tertegun

Share

Membuatku Tertegun

last update publish date: 2026-09-11 20:59:31

“Tuan, ini selimutnya.”

Malam semakin larut, sesuai rencana sang ibu, Virgo tidur di kamar Bela. Sementara Bela sudah berencana tidur berdua dengan ibunya di kamar lainnya. Sejenak Virgo mengamati selimut pemberian Bela, lalu menerimanya dengan cepat karena hawa dingin yang terus menusuk tubuhnya. Meski telah mengenakan 3 lapis pakaian dan jaket tebal, bagi Virgo masih terasa sangat dingin. Udara di dataran tinggi Dieng di malam hari benar-benar terasa sangat dingin meski ia sudah menutup sem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Menginginkanmu   Membuatku Tertegun

    “Tuan, ini selimutnya.” Malam semakin larut, sesuai rencana sang ibu, Virgo tidur di kamar Bela. Sementara Bela sudah berencana tidur berdua dengan ibunya di kamar lainnya. Sejenak Virgo mengamati selimut pemberian Bela, lalu menerimanya dengan cepat karena hawa dingin yang terus menusuk tubuhnya. Meski telah mengenakan 3 lapis pakaian dan jaket tebal, bagi Virgo masih terasa sangat dingin. Udara di dataran tinggi Dieng di malam hari benar-benar terasa sangat dingin meski ia sudah menutup semua tubuhnya dengan pakaian bahkan kaos kaki. “Apa kamu tidak memiliki mesin pemanas?” tanya Virgo sembari menahan rasa dingin di sekujur tubuhnya. “Jangankan mesin pemanas, kipas angin pun kami tak punya, Tuan.” jawab Bela. Virgo terkekeh mendengar jawaban Bela yang begitu polos baginya. Seharusnya gadis itu menutupi kekurangannya pada dirinya sebagai seorang tamu, namun ternyata gadis itu malah mengatakan hal apa adanya. Bela pun menyadari tatapan mata itu, yang tanpa sadar sedikit menert

  • Aku Menginginkanmu   Bersiaplah!

    “Mana bisa seperti itu Tuan!” Bela masih berusaha agar Virgo tak bermalam di rumahnya. ‘PAAKK!’ Gemas melihat tingkah Bela yang berusaha menggagalkan keinginan Virgo untuk menginap, membuat Bu Asih memukul bahunya. Bela pun spontan menggosok-gosok punggungnya sembari melirik ke arah sang ibu dengan tatapan kesalnya. “Kenapa ibu memukulku?” protes Bela dengan diikuti bahasa tangannya yang mempermuda ibunya untuk memahami perkataannya. “Jangan bersikap tidak sopan seperti itu! Bagaimana pun juga, dia akan menikahimu! Minta maaflah padanya.” ucap sang ibu dalam simbol-simbol yang ia tunjukkan dari kedua tangannya. “Ta-tapi tetap saja, Tuan tak bisa menginap di sini, Bu.” Bela kembali berusaha untuk menggagalkan niat Virgo. “Ah, SERA! Iya, karena Sera!” “Sera?” kini Virgo turut merespon. “Ada apa dengan Sera?” Bela beralih menghadap Virgo yang sedari tadi hanya menjadi penonton dari perdebatan yang terjadi di antara ibu dan anaknya itu. Kedua matanya menampakkan keceriaan yang

  • Aku Menginginkanmu   Kenangan Apa Yang Aku Lupakan?

    “Sekarang ikutlah denganku, kita akan mengantar ibumu terlebih dahulu.”Pertengkaran yang begitu hebat, membuat Tuan Arman bersedia melepaskan Bela dan ibunya. Ia tak ingin membuat Virgo berlama-lama menyaksikan bagaimana keributan yang ada di rumahnya. Ia bisa membawa Bela dan ibunya keluar dari rumah itu dengan kesepakatan yang sudah ia sepakati bersama dengan Tuan Arman untuk melunasi semua hutang pembantunya itu hari ini. Kini, Bela ada di dalam mobil bersama Virgo dan ibunya. Ia duduk di depan bersama Virgo sesuai dengan permintaan sang ibu. Sementara Asih-ibunya, duduk di kursi belakang bersama beberapa barang yang dibawahnya menuju ke rumah baru. Meski sudah terbebas, Asih hanya ingin kembali ke rumahnya yang dulu. Tempat itu terletak di sebuah pemukiman kecil dengan hamparan pantai yang luas. Tempat dimana dahulu Bela dilahirkan dan menikmati masa kecilnya sebelum kemudian keluarganya pindah ke Jakarta untuk bekerja dengan keluarga Tuan Arman.Di dalam mobil, Bela tampak tak

  • Aku Menginginkanmu   Dia Tahu Luka Lama yang Aku Lupakan

    Asih masih tak percaya jika anaknya akan menikah dengan salah seorang pengusaha yang terkenal dengan kesuksessannya. Ia memandangi Asih , yang kini menyeringai di hadapannya, karena tanpa sadar kedatangan Virgo di antara mereka membuat ibunya sangat terkejut. Lalu dengan bahasa isyaratnya pun, Asih mulai menanyakan keheranannya itu kepada Bela-anaknya.“Apa ini sungguh-sungguh Bela? Bagaimana bisa kamu dan Tuan Virgo tiba-tiba saja memutuskan hal ini?”Bela mendekati ibunya yang ada di hadapannya. Ia meraih tangan ibunya dan mendekapnya di depan dada. “Ibu, berjanjilah untuk tak lagi menanyakan mengapa dan bagaimana ini terjadi mulai detik ini juga.” ucapnya pelan. “Hanya satu yang harus ibu ketahui, Bela hanya ingin kita kembali bahagia seperti dulu. Bela hanya ingin melihat senyuman ibu dan amarah ibu kepadaku seorang. Bela hanya ingin penderitaan ini berakhir. Dan Bela berharap, ibu tidak menanyakan lagi tentang apa yang ada di dalam hati ini sesungguhnya. Anggap saja, aku telah b

  • Aku Menginginkanmu   Kedatangan Virgo

    Sinar mentari pagi masuk melalui celah-celah jendela kamar Bela. Bela membuka perlahan kedua matanya sembari memegangi pipinya yang kian hari semakin terasa sakitnya. Hari ini ia harus mengantar Nyonya Arman ke salon untuk membawakan barang belanjaannya seperti biasa. Namun ketika ia membuka matanya.“Selamat pagi Nona Bela!”“AAAAAAAAAAAAAAAAA!” Ia berteriak karena terkejut melihat Virgo yang tiba-tiba saja ada di hadapannya. Lelaki itu sejak tadi sepertinya tengah memperhatikan wajahnya ketika tertidur. Melihat Bela yang terkejut, Virgo menatapnya dengan tatapan anehnya. Satu alisnya terangkat menatap wanita muda di hadapannya.Merasa tak nyaman dengan kehadiran sosok Virgo, Bela beranjak dari tidurnya dan menutup dadanya dengan selimut yang masih dipakainya. Kedua matanya terbelalak lebar menatap lelaki yang kini tengah memandanginya dengan ekspresi biasa saja.“Haish, apakah aku sejelek itu sampai kau berteriak?” sindir Virgo yang sudah berdiri dan melipat kedua tangannya di depa

  • Aku Menginginkanmu   Alasan Mengapa Harus Menikah

    Arya masih tak menyangka bahwa wanita yang pernah singgah di hatinya itu merobek buku rekeningnya begitu saja. Ia dapat melihat dengan jelas bagaimana sorot mata Bela yang menatapnya tajam. Wanita itu tak seperti biasanya. Ia memperlihatkan rasa bencinya terhadap Arya yang baru saja beberapa jam menyakitinya.“Bela, aku bisa mengerti jika kau masih sangat kesal bahkan mungkin membenci diriku.” ucap Arya pelan. “Tapi bagaimanapun juga, uang itu adalah milik kita. Dan sebagian besar adalah milikmu, hasil dari kerja kerasmu selama ini. Seharusnya kamu...”“Maka karena itulah aku harus menghancurkannya.” potong Bela kemudian. “Aku bekerja, mengumpulkan semua itu karena pernah memiliki mimpi yang indah denganmu. Tapi apa gunanya itu sekarang.”“Setidaknya, dengan uang itu kamu bisa menyelesaikan masalahmu dengan keluarga Arman, Bela.”Bela tersenyum smirk. Ia merasa aneh dengan wujud perhatian yang Arya tunjukkan kepadanya. Berminggu-minggu lelaki itu tanpa kabar, bahkan sedetik pun tak pe

  • Aku Menginginkanmu   Bimbang

    “APA?” Keterkejutannya itu tanpa sadar membuat Bela berteriak. Menyadari bahwa Virgo sangat terganggu dengan responnya, Bitna menutup kedua mulutnya. Ia menundukkan kembali wajahnya sejenak.‘Kau mau mati ya Bela?’ gumamnya dalam hati.Kini tak hanya gemetaran, jantung Bela pun seakan tengah terom

  • Aku Menginginkanmu   Ajakan Menikah

    1 tahun kemudian ‘PLAK!’Dia adalah Bela, Adelia Amabella. Gadis berusia 19 tahun itu membantu ibunya yang merupakan pembantu rumah tangga di keluarga Arman. Gadis itu memiliki perawakan cantik nan putih bak bidadari, sehingga berulang kali orang yang berjumpa dengannya mengira bahwa dirinya adala

  • Aku Menginginkanmu   Bela

    Di Pemakaman... Sebuah buket bunga lili berwarna putih Virgo letakkan di atas batu nisan istrinya. Tangisnya kembali pecah. Ia sungguh tak mampu menahan air matanya. Teringat olehnya bagaimana senyuman cantik itu menyambutnya saat ia memberikan buket bunga lili kesukaannya. Kini, ia sungguh tak me

  • Aku Menginginkanmu   Prolog

    ‘Lima belas tahun aku lewati bersamamu, tak ku sangka untuk pertama kalinya kamu membuatku takut kembali setelah waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Aku sungguh tak menyangka akan berlari seperti ini lagi untukmu setelah waktu bahagia yang kita lewatkan bersama-sama.’ Virgo kala itu baru saja pu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status