Beberapa hari setelah jatuhnya markas Broto, base kelompok Joni berubah jadi lautan kesibukan.Truk keluar masuk hampir setiap hari. Barang hasil rampasan dari markas Broto terus dipilah dan dipindahkan.Area penyimpanan makin penuh. Workshop Deri makin ramai. Dan laboratorium Sindy juga mulai membesar berkat peralatan yang berhasil mereka dapatkan.Namun di antara semua itu, orang yang paling sibuk justru Rian.Awalnya Rian masih sering kaget setiap kali ada orang mendekat. Kalau dipanggil mendadak, dia refleks menunduk. Kalau ada suara keras, tubuhnya langsung tegang. Bahkan saat pertama kali dibawa ke ruang medis dan diberi makanan layak dia terlihat bingung seolah tidak percaya.Karena selama bertahun-tahun hidup di bawah Broto dia terbiasa dianggap alat. Bukan manusia.Namun hari demi hari berlalu. Tidak ada yang memukulnya, tidak ada yang mengancamnya, tidak ada yang menyuruhnya bekerja sambil menghina dan perlahan Rian mulai terbiasa.Suatu pagi, dia berdiri di dalam gudang ko
Read more