Satu hari berlalu.Joni duduk di lantai supermarket, bersandar dengan santai. Di belakangnya, barang-barang numpuk—mie instan, air kemasan, makanan kaleng, obat-obatan. Berantakan, tapi banyak.Di tangan kanannya, dia pegang botol air mineral yang udah rusak setengah. Plastik penyok, bagian bawahnya robek.Dia fokus dan cahaya itu muncul. Botol itu langsung balik utuh—bening, dingin, penuh.Joni ngangguk pelan.“Oke… berarti rusaknya maksimal setengah.”Dia muter botol itu, mikir cepat.“Lebih dari itu… gak bisa balik.”Senyum mulai muncul.“Kalau gue bagi dulu sebelum hancur… bisa jadi dua.”Senyumnya makin lebar.“Buset… mantep ini.”Tangan kirinya ngangkat buah busuk. Lembek, bau, lengket. Dia coba namun tidak ada reaksi.“...najis. Yang beginian gak bisa.”Langsung dia lempar jauh.“Berarti cuma barang pabrik doang.”Dia buka botol tadi, tuang air ke tangan, bersihin sisa lengket.“Pantesan selama ini gue dianggap sampah.”Dia ketawa kecil, tapi nadanya dingin.“Yang lain main api
Huling Na-update : 2026-05-13 Magbasa pa