Dalam perjalanan menuju hotel, Altair yang duduk di samping jendela mendadak memajukan tubuhnya. Jemari mungilnya menunjuk ke arah papan nama sebuah supermarket besar di pinggir jalan."Mama, aku haus. Aku ingin beli yoghurt dingin," pintanya seraya menoleh pada Sabiya."Tentu, Sayang,” jawab Sabiya mengusap kepala putranya.Sabiya lantas menepuk bahu pengemudi taksi. "Pak, tolong berhenti di depan supermarket itu, ya."Setelah membayar ongkos taksi, Sabiya mengajak putranya ke supermarket. Ia mengambil sebuah keranjang belanja kecil dan membawa Altair menuju lorong produk olahan susu.Selesai mengambil yoghurt dan susu, Sabiya berpindah ke area buah-buahan segar untuk memilih beberapa buah apel kesukaan putranya.Namun, saat Sabiya sedang menunduk untuk memilih apel, sebuah suara yang familiar menyapu pendengarannya dari arah samping.Ketika Sabiya mendongak sedikit, ia terkejut bukan kepalang. Hanya berjarak dua meter darinya, berdiri Nyonya Beatrice dan Tuan Simon. Pasangan paruh
Leer más