Partager

Suami Baru Istriku

Auteur: Risca Amelia
last update Date de publication: 2026-08-02 20:53:42

Sabiya buru-buru berjalan menuju sudut lorong IGD yang lebih sepi. Rasa cemas seketika menguasai dadanya begitu melihat nama Andreas.

Telepon dari Andreas hanya berarti satu hal: Altair telah menunggunya terlalu lama. Mungkin bocah itu sedang rewel karena ia menghabiskan banyak waktu untuk mengurusi Roman.

Dengan jemari yang dingin, Sabiya pun menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya.

"Halo, Andreas? Ada apa?"

"Bu Rosella... mohon maaf mengganggu,” sapa Andreas terdengar ag
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (5)
goodnovel comment avatar
Neliz Susanti
Teruuus aja buat si roman cemburu thor,aku suka...
goodnovel comment avatar
Ros
Seruuu juga. Cm takut si roman nekat. Itu kan daerah kekuasaan roman. Bs aja sabiya sirosella diculik sm roman. Lbh berbahaya . Lbh baik pulang lah secepat nya. Ga usah peduliin soal kerjaan. Resign ajah. Dan tinggal bersm jetro di Tmpt jetro. Dan buka usaha kecil2 toko dan design jewelry.
goodnovel comment avatar
Sri ani
Jadi tau kan sakitnya Sabina kayak apa pas Roman kasih perhatian lebih ke Clara hadeehh,,,,, Semangat Thoorr.........
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Pertemuan yang Mengharukan

    Berbeda dengan Dominic, suasana tegang perlahan mencair bagi Sabiya. Wanita itu menoleh ke belakang untuk kesekian kalinya. Melalui kaca jendela mobil, ia tidak lagi melihat sorot lampu mobil yang mengejar mereka. Yang terlihat hanyalah deretan lampu jalanan serta mobil-mobil penduduk lokal yang melaju santai.Sabiya mengembuskan napas panjang. Udara yang sedari tadi terasa mencekik tenggorokannya kini seakan terlepas. Ia menyandarkan punggung dan kepalanya yang terasa pening ke jok kulit mobil. Kelegaan yang luar biasa besar membanjiri dadanya. Akhirnya, ia berhasil. Ia selamat dari cengkeraman pria psikopat itu."Kita sudah aman, Nyonya Sabiya," ucap Zavier memecah keheningan. Nada suara pria itu kembali tenang dan sopan. "Dominic tidak akan berani mengikuti kita sampai ke sini. Kamera pengawas kota dan patroli polisi terlalu banyak."Sabiya mengangguk lemah, mengusap wajahnya yang kuyu dengan kedua tangan. "Terima kasih, Zavier. Jika kalian tidak datang tepat waktu... aku tid

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Mencari Sekutu

    Angin malam di perbukitan seakan terbelah oleh deru mesin bertenaga tinggi.Mobil yang dikemudikan oleh Zavier melesat bak peluru yang baru saja dimuntahkan dari larasnya. Ban mobil berdecit tajam, bergesekan dengan aspal jalanan berkelok yang diterangi cahaya bulan.Di kursi depan, tepat di samping Zavier, Sabiya duduk dengan napas yang memburu. Jantungnya berdebar-debar, memompa adrenalin yang masih tersisa dari pelariannya di vila.Sementara di kursi belakang, tiga orang pengawal rekan Zavier duduk bersiaga dengan senjata di tangan.Sesekali, Sabiya menoleh melalui kaca spion samping. Netranya membelalak cemas saat melihat sepasang lampu sorot yang menyilaukan terus membuntuti mereka dengan kecepatan tinggi.Itu adalah mobil Dominic Sterling. Pria itu menolak melepaskan mangsanya begitu saja."Zavier, Dominic mengejar kita! Jaraknya semakin dekat!" seru Sabiya sembari mencengkeram sabuk pengamannya."Tetap tenang dan berpegangan yang kuat, Nyonya," jawab Zavier dari kursi kemudi.F

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Kepedihan Mendalam

    Regina menangkap pemandangan mematikan tersebut dengan sudut matanya.Di dalam otak wanita yang biasanya dipenuhi ambisi kekuasaan itu, waktu seolah menyusut. Tidak ada ruang untuk berpikir. Tidak ada jeda untuk menimbang untung dan rugi.Naluri seorang ibu mendadak muncul pada detik-detik terakhir.Dengan sisa tenaga dari raganya yang sudah melemah, Regina memutar posisi secepat mungkin. Ia melempar seluruh bobot tubuhnya untuk menutupi punggung Roman.BAM!Peluru berkecepatan tinggi tidak menghantam Roman, melainkan menembus punggung kiri Regina. Hantamannya membuat perempuan paruh baya itu terlempar ke depan.Roman yang sedang bersiap membalas tembakan, terkejut bukan main. Ia merasakan benturan keras menimpa punggungnya, disertai oleh semburan cairan merah.Refleks, Roman berbalik dan menangkap tubuh ibunya yang merosot jatuh."Mama!"Manik abu-abu Roman membelalak lebar.Di dalam pelukannya, Regina terkulai lemas. Napasnya tersengal-sengal dengan darah segar yang mengaliri sudut

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Detik-detik Maut

    Bunyi letusan senjata api kembali memenuhi kompleks bekas pabrik baja.Di hadapan layar proyektor besar yang baru saja mati, atmosfer pertempuran tak dapat dihindari.Usai mendapat iming-iming hadiah besar dari Dominic, Julian dan anak buahnya menjadikan Roman sebagai target utama.Di sisi lain, daya juang Roman sendiri sudah bangkit tiga kali lipat. Melihat Sabiya telah bebas, beban terberat di pundaknya seakan terangkat.Tiba saatnya ia membalas setiap tetes darah yang tumpah malam ini.Dengan aura seorang pemimpin yang disegani, Roman memberikan komando kepada unit hantu dan tim penjinak bom."Sabiya sudah aman! Habisi mereka semua!" Mendengar instruksi tersebut, Steven dan Sebastian yang semula menyerah kini bagaikan macan yang lepas dari kandang.Namun, situasi di lapangan jauh dari kata menguntungkan.Tatkala Dominic menawan Sabiya di layar beberapa saat lalu, Roman telah memerintahkan anak buahnya untuk menyerahkan senjata demi keselamatan Sabiya.Akibatnya, saat ini pasukan e

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Perintah Keji

    Di dalam ruang kendali yang dipakai Dominic, suasana yang tadinya diliputi euforia kemenangan mendadak berubah menjadi kepanikan.Dominic berdiri terpaku di depan deretan layar monitor. Sepasang matanya yang semula menikmati setiap detik penderitaan Roman, kini membelalak lebar. Seringai di bibirnya membeku, digantikan oleh gelombang amarah yang membakar.Di salah satu layar utama yang menyorot kamar vila, gambar memperlihatkan perubahan drastis pada Sabiya.Ia tak lagi terpuruk di ranjang dalam kondisi kaki yang terbelenggu, melainkan berdiri tegak di hadapan lensa kamera. Wanita itu melambaikan tangan, jelas sedang memberikan isyarat kepada Roman di seberang sana.Namun, yang lebih membuat darah Dominic mendidih adalah keberadaan seorang pria dengan lencana serigala di sampingnya. Itu adalah ciri khas dari pengawal elit klan Valeriano."Sialan!" umpat Dominic. Ia menghantamkan kepalan tangannya ke atas meja, hingga monitor di depannya bergetar hebat."Bagaimana bisa anak buah Roman

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Aku Sudah Bebas

    Dengan mata kepalanya sendiri, Sabiya masih melihat hantaman demi hantaman yang harus diterima Roman. Pria itu tampak kesakitan, tetapi ia tidak melakukan perlawanan sama sekali.Sementara itu, Violet masih bergeming di kursi sudut ruangan. Meskipun penulis novel thriller itu sudah berhenti mengetik, ia hanya duduk mematung dengan pikiran yang berkecamuk.Isak tangis Sabiya pun terus terdengar seiring dengan kehancuran hatinya.Ia tahu bekas luka dan pukulan yang diterima Roman di Monela belum sepenuhnya pulih. Dan sekarang, pria itu malah menerima penyiksaan keji berikutnya dari Dominic.Jika keadaan ini terus dibiarkan, niscaya tubuh Roman tidak akan sanggup bertahan lebih lama.“Roman, kenapa kau mengingkari janji? Kau bilang akan pulang untuk menikahiku, tapi kau malah membiarkan dirimu disiksa oleh Dominic,” lirih Sabiya di sela-sela tangisnya.Dengan sisa tenaganya, Sabiya berusaha menggeser tubuh agar dia bisa turun dari ranjang. Saat ini, kebebasannya adalah kunci keselamatan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menginginkan Tubuhmu

    Kali ini, pria di seberang sana terdiam lebih lama. Sabiya bisa mendengar suara napas Jetro Falcone yang turun naik. Mungkin, pria itu sedang memijat pangkal hidungnya, seperti yang selalu ia lakukan saat menghadapi masalah rumit."Kenapa, Sabiya? Apa kau sudah sadar?"Mendengar pertanyaan yang me

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status