Begitu Sabiya memasuki ruang transit di belakang panggung, Nina langsung menyambutnya. Ia bersikap bak seorang bawahan yang sangat menghormati atasannya. “Bu Rosella, saya terus berjaga di sini untuk memastikan tidak ada orang yang keluar masuk tanpa izin,” ujar Nina dengan nada meyakinkan.“Terima kasih atas bantuanmu, Nina,” balas Sabiya tulus.Sabiya kemudian mendekati brankas baja yang berdiri di sudut ruangan. Telunjuknya menekan kode sandi rahasia secara berurutan, hingga pintu brankas itu terbuka.Di dalamnya, terdapat dua kotak perhiasan beludru besar dengan logo Elegance Jewelry. Sabiya meraih kotak pertama, membuka penutupnya untuk memeriksa set perhiasan ‘Aeterna’. Semua lengkap, mulai dari kalung, anting-anting, serta gelang bertabur berlian putih.Merasa puas, Sabiya menutup kembali kotak tersebut dan beralih pada set perhiasan ‘Crown’.Sama seperti sebelumnya, untaian kalung, gelang, dan cincin berlian tersemat dengan utuh di dalam wadahnya.Tidak curiga sedikit pun, S
Leer más