Mendengar permintaan Dante, Sabiya meremas ponselnya di keheningan pagi.Di satu sisi, nuraninya berteriak cemas ingin melihat langsung kondisi pria yang hampir meregang nyawa demi dirinya. Namun, di sisi lain, ia sudah membangun dinding pembatas yang terlalu tinggi.Sabiya tidak ingin kehadirannya disalahartikan. Ia takut jika Roman siuman dan mendapati dirinya berdiri di sisi ranjang rumah sakit, pria itu akan berharap lebih.Suara Dante kembali terdengar. "Mungkin dengan kehadiran Anda, Tuan Roman bisa segera sadar dan mendapatkan kekuatan untuk bertahan."Sabiya menggigit bibir bawahnya, menahan pertentangan batin di dalam dirinya sendiri."Aku tidak janji akan datang," jawab Sabiya datar. "Seharusnya, Roman dibawa pulang ke Aldena, berkumpul bersama keluarga besar dan orang-orang terdekatnya supaya cepat sembuh. Bukan malah membawanya ke Denver dan mencampur-adukkan hidup kami lagi.""Tapi, Nyonya, saya hanya—"Klik.Sebelum Dante sempat merampungkan kalimat pembelaannya, Sabiya
Leer más