Dari balik pengeras suara ponsel, suara sang wali kelas terdengar penuh urgensi."Selamat siang, Bu Rosella. Maaf mengganggu waktu Anda di jam kerja. Saya ingin mengabarkan bahwa Ares saat ini sedang berada di ruang kesehatan sekolah."Mendengar laporan itu, rasa kalut mulai merayapi benak Sabiya. "Ada apa dengan Ares, Miss? Apa dia cedera saat bermain?""Tidak, Bu Rosella. Ares mengeluh sakit perut saat jam pelajaran keempat, lalu muntah di kelas," terang Miss Stella cepat."Kami sudah memberinya penanganan awal, tetapi Ares terus memanggil Anda. Bisakah Anda segera datang untuk menjemputnya?"Sabiya memejamkan mata sejenak, menghembuskan napas panik. Ia mengingat kembali bagaimana Ares kemarin begitu banyak mengonsumsi makanan manis—pai apel Aldena, cokelat, hingga pizza. Namun, putranya itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan sakit."Baik, Miss Stella. Saya akan segera ke sekolah sekarang juga. Terima kasih atas informasinya," sahut Sabiya tergesa sebelum memutus panggil
Ler mais