Mendengar permintaan Jetro mengenai anak-anaknya, Sabiya belum mampu merespons. Bagi Sabiya, persyaratan ini terasa mengekang dan terkesan sangat tidak adil bagi masa depan si kembar. Memang, untuk saat ini, ia belum berniat menceritakan kepada Altair dan Ares mengenai sosok ayah kandung mereka. Luka akibat masa lalu yang kelam masih terlalu berdarah untuk diungkit. Akan tetapi, seburuk apa pun kelakuan Roman di masa lalu, sebesar apa pun rasa sakit yang pernah pria itu goreskan, ia tidak boleh menggunakan dendam pribadi untuk memutus hubungan ayah dan anak. Bagaimanapun juga, ketika si kembar telah dewasa, mereka perlu mengetahui darah siapa yang mengalir di dalam tubuh mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab moralnya sebagai seorang ibu, yang melahirkan mereka ke dunia. "Kak Jetro, permintaanmu ini menyangkut seluruh masa depan Altair dan Ares. Aku tidak….”"Aku belum selesai bicara, Sabiya," potong Jetro. "Masih ada hal lain yang perlu kau tahu."Jetro menghentikan ucapannya s
Ler mais