Tanpa bisa dicegah, ingatan Sabiya kembali pada masa lalu, di mana ia dan Roman masih menjadi suami-istri.Kala itu, Roman selalu memilihkan sendiri setiap gaun, piyama, hingga lingerie yang hendak ia pakai. Ternyata, kebiasaan pria itu belum hilang sampai sekarang.Sabiya menelan ludah, buru-buru mengalihkan pandangan.Sebelum ia semakin terlarut oleh kenangan, Sabiya menyambar paper bag tersebut dan bergegas menuju kamar mandi.Tanpa berlama-lama, Sabiya mengguyur tubuhnya dengan air hangat untuk menghilangkan sisa air hujan yang menempel. Setelah badannya bersih, ia mengenakan pakaian dalam dan piyama pemberian Roman.Meski tubuhnya kini sudah terasa lebih hangat, sisa-sisa dingin akibat badai di luar masih terasa. Karenanya, Sabiya lekas kembali ke dalam kamar.Namun, langkahnya terhenti saat melihat Roman sedang berbicara melalui sambungan telepon hotel. Pria bertubuh tegap itu kini bertelanjang dada, hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam.Begitu Roman membalikkan badan, p
Leer más