Melihat Roman mendekap lima karangan bunga, serta Dante yang menenteng bungkusan berlogo toko mainan, Sabiya mengerjap beberapa kali. Ia tidak menyangka Roman akan membawa hadiah, di saat ia baru keluar dari rumah sakit. Namun, alih-alih melayangkan protes atau bertanya, Sabiya memutuskan untuk mengabaikannya. Ia tak mau menjadi pusat perhatian dari penghuni lain yang berlalu-lalang di lobi."Mari, ikuti aku ke atas," ujar Sabiya dengan nada datar.Dante segera mendorong kursi roda Roman untuk mengikuti Sabiya. Di belakang mereka, perawat pribadi Roman serta seorang pengawal yang menenteng koper, turut berdesakan masuk.Begitu pintu lift tertutup rapat, suasana di dalam menjadi senyap.Roman, yang duduk sedikit lebih rendah di kursi roda, diam-diam melirik Sabiya. Ia mengamati lekat-lekat buket mawar merah yang masih dipegang oleh wanita itu.Hati Roman menjadi panas. Gelombang rasa cemburu dan curiga, beradu menjadi satu di dalam benaknya.Siapa pria yang berani mengirimkan bunga se
Leer más