"Usia kehamilan 32 minggu, jenis kelamin laki-laki. Alhamdulillah kontraksinya mulai berkurang, ketubannya juga masih ada." Jelas Winda. "Tapi kamu harus istirahat dulu ya. Jangan terlalu banyak bergerak." Arumi menatap layar monitor yang menunjukkan calon anaknya. Di dalam perut dia tengah bergerak, bahkan sesekali menyunggingkan senyuman. Oh, Arumi bahkan tak bisa menahan rasa harunya. Ia sungguh bahagia. Di sebrang sana, Paris juga terpaku menatap ke layar monitor. Anak itu bukan darah dagingnya tapi perasaan ingin melindungi ini begitu kuat. Seolah-olah ada yang menggerakan hati ini untuk selalu menyelimuti Arumi dan calon anaknya dengan kasih sayang. "Semuanya aman, Paris." Sekarang Winda beralih pada keponakannya. "Selain transfusi darah, nanti kita masukin juga infus feritin untuk menambah zat besinya." "Baik. Terima kasih tante." Atas perintah Winda, Arumi belum bisa dipindahkan ke kamar rawat biasa. Wanita ini masih di tempatkan di ruang observasi. "Kami masukkan
続きを読む