Dua hari jatah Arumi menunggu di rumah. Ketika suami dan mertuanya datang, Arumi langsung menyambutnya. Ia bertekad melupakan semua yang terjadi di desa beberapa hari yang lalu."Loh, ngapain kamu disini?" Nurlela jadi marah. "Mau mencuri kamu?""Nggak, bu. Arumi pulang kesini."Nurlela berdecak kesal. Salahnya yang menaruh kunci belakang di pot gantung sehingga Arumi dengan mudah masuk ke rumah ini.Tak hanya Nurlela, Alvin juga menatap istrinya dengan kesal. Padahal dua hari ini dia sudah mulai tenang, tapi melihat wajah istrinya lagi dia jadi muak."Mas Alvin.." lirih Arumi."Jangan menjual air matamu itu padaku. Aku sama sekali nggak tergugah, Arumi..""Mas.. soal kemarin.. aku mohon pertimbangkan lagi. Aku nggak mau berpisah darimu, mas..""Ah!" Alvin berkacak pinggang."Kamu ini disuruh berkaca sama suamimu. Ternyata masih nggak sadar juga! Lihat dirimu itu!" Seru Nurlela."Kalau memang masalah finansial, aku akan membantu, bu. Aku akan bekerja." Jawab Arumi."Kamu mau bekerja?"
Last Updated : 2026-05-17 Read more