Satria menunduk, mencium leher Liana dengan napas panas. Tangannya meremas pinggang istrinya, menarik tubuh Liana mendekat."Satriaa... ngghh," desah Liana, kepalanya menengadah.Bibir Satria turun ke tulang selangka, lalu ke dada Liana yang semakin montok di balik kain tipis. Jarinya membuka kancing perlahan, satu per satu.Liana mengerang pelan, tangannya meremas rambut Satria. "Jangan berhenti..."Satria mendongak, matanya gelap. "Tidak akan."Ia mencium bibir Liana dengan kasar namun penuh cinta. Liana membalasnya, lidah mereka bertarung lembut. Tangan Satria meraba perut bundar istrinya, lalu turun semakin ke bawah."Nghh!" Liana menggigit bibirnya, tubuhnya melengkung.Satria membisikkan sesuatu di telinga istrinya, suaranya serak. Liana tertawa kecil, lalu menarik wajah Satria kembali ke dadanya.Di sela-sela, Satria berbisik, "Aku cinta kamu."Liana memeluknya erat. "Tunjukkan.."Tok Tok Tok! Satria menghentikan gerakannya. Liana membuka mata, pandangannya berkabut oleh hasra
Terakhir Diperbarui : 2026-08-06 Baca selengkapnya