“Buka,” titah Nagendra.Aurelia menoleh. “Apa?”“Gaunnya.” Nagendra mendorong tubuh gadis itu dari pintu, berjalan mendekat. Suaranya rendah, berat, memenuhi ruang yang sunyi. “Gue nggak mau lihat lo pakai baju yang lo pilih buat malam ini… buat orang lain.”Aurelia terdiam. Lalu, perlahan, ia mengulurkan tangan ke belakang. Suara resleting turun terdengar jelas di tengah keheningan kamar. Gaun hitam itu meluncur pelan di kulitnya, kain dingin bergesekan dengan pinggang dan paha, lalu menumpuk di lantai dengan bunyi lembut. Udara AC langsung menyentuh kulit telanjangnya. Payudaranya mengeras, putingnya mengeras karena suhu. Ia berdiri hanya dengan celana dalam hitam tipis yang sudah sedikit basah di tengah, kainnya menempel lengket.Nagendra menatapnya lama. Matanya bergerak lambat, dari wajah Aurelia yang memerah, turun ke dada yang naik-turun cepat, ke pinggang, lalu ke noda basah di celana dalam. Bau parfum Aurelia yang sudah pudar bercampur dengan aroma kulit hangat dan sesuatu ya
Huling Na-update : 2026-09-22 Magbasa pa