"Kamu pikir, kamu bisa menghadapi mereka sendirian?"Aryan melontarkan kalimat itu dengan wajah muram, lalu berjalan menuju mobilnya.Amara berpikir sejenak, kemudian mengikutinya.Mobil Aryan diparkir di depan sebuah sasana tinju, yang jaraknya tidak jauh, sehingga mereka segera sampai di tempat itu.Begitu duduk di dalam mobil, ketegangan Amara mereda dan efek alkohol mulai terasa.Amara bersandar di jendela mobil, kepalanya terasa pusing, sementara perutnya mual dan terasa seperti terbalik.Tidak boleh, dia tidak boleh muntah di mobil Aryan.Amara menggertakkan giginya dan menahannya sekuat tenaga. Rasanya, seakan begitu dia membuka mulut, dia tidak akan bisa mengendalikannya lagi.Sekitar belasan menit kemudian, mobil itu berhenti.Amara mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tempat ini terasa begitu familier.Bukankah ini di bawah gedung apartemen Aryan?Di saat Amara masih merasa ragu, Aryan sudah turun dari mobil.Amara pun terpaksa ikut turun menyusul Aryan.Setiap langkah yan
Read more