...Pernikahan berlangsung lancar sesuai jadwal.Musik pun mengalun.Dengan mengenakan gaun pengantin rancangan desainer, aku melangkah memasuki aula pernikahan, diiringi dua gadis penabur bunga.Aku melangkah perlahan, sementara kelopak bunga dan kupu-kupu beterbangan di udara, membawa aroma harum yang lembut, lalu mendarat di ujung kerudungku, bahuku, dan tanganku.Saat hampir sampai di tengah panggung, melalui celah di kerudung seputih salju, aku melihat ibuku di bawah panggung.Dia bersandar di pelukan ayahku, air mata mengalir perlahan.Tapi, itu adalah air mata bahagia.Pikiranku kembali ke hari sebelumnya.Aku berdiri di depan pintu kamar rawat sambil mendorong koper, ragu-ragu untuk melangkah.Tepat pada saat itu, pintu terbuka.Ayahku melihatku, dan senyum bahagia muncul di wajahnya.Sebelum sempat menyapaku, dia lebih dulu melihat koper besar di kakiku.Dia terdiam. Sejenak, seolah teringat sesuatu, dia mengambil koper dari tanganku dan bertanya, "Kamu lapar? Ayo makan sama A
Read more