Short
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

作家:  Suya完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10チャプター
1ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Pelakor

Pilih Kasih/Egois

Plot Twist

Hajar Musuh

Mandiri

Aku pergi mencoba gaun pengantin bersama pacarku. Tepat saat kami hendak membayar, seorang wanita tiba-tiba merebut gaunnya dari tanganku. "Maaf ya, ini sudah aku pilih duluan!" Aku mengerutkan kening, hendak mengatakan sesuatu, tapi seorang teman tiba-tiba menepuk bahuku dan berbisik, "Tadi kudengar dari pelayan toko, gaun pengantin ini sudah dipesan Jordy sebulan yang lalu. Pasti dia sengaja menunggumu datang dan memilihnya." Aku refleks menoleh ke arah Jordy, dan benar saja, aku melihatnya berjalan mendekat. Tapi, tangannya terulur kepada wanita itu untuk merapikan ujung gaun yang terjatuh. "Kalau memang dia yang pilih duluan, ya sudah, mau bagaimana lagi." Dia mencubit pipiku, tersenyum lembut tapi santai. "Erika kan baik. Gaunnya nggak harus ini juga, kan?" Aku terpaku menatap ekspresi bangga dan puas di wajah wanita itu. Gaun pengantinnya memang tidak harus yang ini. Orang yang aku nikahi juga ... tidak harus Jordy.

もっと見る

第1話

Bab 1

Di tengah suasana yang agak kaku, seorang teman mencoba meredakan ketegangan.

"Mungkin aku salah dengar. Di sana masih banyak model lain, ayo kita coba lagi ...."

Teman lain pun ikut menimpali mendukungnya.

Jordy tertawa pelan dan kembali menunduk menatap ponselnya.

Suasana kembali menghangat, seolah masalah kecil tadi tidak pernah terjadi.

Pelayan toko sedang dengan antusias menjelaskan cara merawat gaun pengantin kepada wanita tadi.

Wanita itu mendengarkan dengan senyum ceria, tapi matanya sesekali melirik ke arah Jordy.

Lalu menunduk dan mengetik di ponselnya sebentar.

Kemudian, bunyi notifikasi terdengar dari ponsel Jordy.

Tapi, pria itu mendongak terlebih dahulu dan tanpa sadar melirikku.

Melihat aku tidak menatap ke arahnya, barulah dia menunduk lagi untuk membalas pesan. Senyum tipis terukir di bibirnya.

Tidak lama setelah wanita itu pergi, Jordy melambaikan ponselnya dan berkata kepada kami, "Erika, aku pergi dulu. Ada rapat sebentar lagi."

Aku tidak menjawab dan masuk ke ruang ganti.

Sesaat sebelum tirai ditutup, aku masih bisa melihat sekilas, Jordy yang keluar dari toko berbincang sebentar dengan wanita tadi.

Tidak lama kemudian, aku mendapat telepon dari sahabat baikku.

"Kenapa gaun pengantinnya bukan yang kamu pilih sebelumnya?"

Aku bercerita terus terang kepada sahabatku. Dia langsung marah besar ketika mengetahui semuanya.

"Dia lagi? Si Nindy itu?"

Nindy adalah asisten baru Jordy.

Hari ini pertamanya aku bertemu dengannya secara resmi, tapi bukan pertama kalinya aku mendengar namanya.

Pada pesta pertunangan dua minggu lalu, acara berjalan lancar. Para tamu juga hanya keluarga dan teman dekat, semuanya sempurna.

Hanya saja, nama orang tuaku tidak tercantum dalam daftar tamu.

Aku marah dan tersinggung, lalu meminta Jordy memecat Nindy yang bertanggung jawab atas kesalahan itu.

Tapi, dia hanya memeluk bahuku, mengatakan bahwa ini pertama kali Nindy menangani hal semacam ini dan belum berpengalaman. Aku disuruh untuk lebih pengertian.

"Dia juga bermaksud baik ingin membantu. Jangan terlalu dipermasalahkan."

Balasan sahabatku membuatku tersadar dari lamunan.

"Percaya deh, cewek itu pasti ada apa-apanya! Menikah kan urusan pribadi kalian berdua, tapi dia tetap saja ikut campur. Apalagi Jordy ...."

Ada teman yang memanggilku di luar. Aku pun meminta sahabatku untuk bicara lagi nanti, lalu mengangkat tirai dan keluar.

Aku mencoba berbagai gaun pengantin hingga malam hari sebelum akhirnya memilih satu yang cukup memuaskan.

Saat itu, Jordy baru saja kembali. Teman-temanku langsung menariknya dan bertanya bagaimana menurutnya.

Jordy melirik sebentar, tersenyum. "Bagus."

Lalu mengalihkan pandangan, kembali menatap layar ponselnya.

Seolah tidak sedang berhadapan dengan calon istrinya, melainkan hanya orang asing yang numpang lewat.

Setelah pelayan toko membungkus gaun pengantin, Jordy akhirnya menyimpan ponselnya.

Dia spontan mendekat untuk membantuku membawanya, tapi aku menghindar ke samping.

"Aku saja yang pegang, nanti kotor kalau kamu yang bawa."

Mendengar itu, Jordy tertawa kecil dan menepuk kepalaku.

"Serius banget?"

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
10 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status