Share

BAB 141

Penulis: Rainina
last update Tanggal publikasi: 2026-07-02 16:05:18

"Iya, Diana. Aku nggak apa-apa kok," ucap Emily dengan nada suara yang berusaha ia buat setenang mungkin, pandangannya lurus menatap pilar-pilar beton di lantai parkir bawah tanah Firma Spencer. "Sejauh ini semuanya baik-baik saja."

"Kau sungguh yakin, Em? Pria itu tidak mencoba mengendalikanmu lagi, kan?" suara Diana dari seberang panggilan terdengar luar biasa cemas.

"Tidak, Na. Aku sudah membuat kesepakatan dengannya. Dia tidak akan berani melanggar janjinya kali ini."

"Lalu kau sedang di ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 232

    "Apa-apaan, Nicholas... kau mengatakannya seolah kau bangga dengan itu!" protes Emily dengan napas tersengal, mencoba memalingkan wajahnya yang memerah, meski jarak di antara mereka nyaris tidak ada."Lalu kenapa?" balas Nicholas singkat.Wajah pria itu tetap terlihat tenang, namun sepasang mata kelamnya berkilat penuh rasa geli, menatap istrinya lekat-lekat. Helaan napasnya menyapu kulit wajah Emily yang memanas."Kau benar-benar... tidak tahu malu..." cicit Emily kehabisan kata-kata, matanya mengerjap menatap suaminya.Nicholas tidak membalas lagi dengan kata-kata. Pria itu menundukkan kepalanya dan langsung membungkam bibir istrinya. Emily merintih pelan. Pertahanannya hancur lebur. Ia mengangkat kedua tangannya, memeluk leher suaminya erat-erat, dan membalas ciuman pria itu dengan gairah yang sama besarnya. Jemarinya tanpa sadar meremas rambut gelap Nicholas, menarik pria itu agar semakin merapat.Mendapat respons

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 231

    “Emily?” panggil Nicholas saat istrinya masih menarik napas panjang berulang kali untuk menenangkan detak jantungnya yang berpacu liar. Udara di dalam kamar itu terasa semakin tipis dan menyengat. “Sabar!” gerutu istrinya itu dengan pipi yang menggembung kesal. Bunyi klik keras bergema di ruangan yang sunyi itu saat kepala sabuk besi Nicholas terlepas dari pengaitnya. Jari-jari ramping Emily kemudian bergerak dengan sangat ragu-ragu menuju resleting celana pria itu. Ujung kukunya sesekali bergesekan dengan kain celana. Emily berusaha keras menariknya turun sedikit demi sedikit dengan tempo yang terlampau lambat, sangat berhati-hati agar punggung tangannya tidak sampai menekan bagian tersebut. Namun, Nicholas mendadak menaikkan pinggulnya sedikit, sengaja menghapus jarak aman yang diciptakan Emily dengan susah payah. "Nicholas!" pekik Emily tertahan. Jari-jarinya kontan membeku di tempat.

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 230

    Suara derit pelan dari resleting besi yang ditarik turun terdengar begitu keras di tengah keheningan kamar. Nicholas melakukannya dengan sangat perlahan, seolah sengaja mempermainkan istrinya.Setiap inci resleting yang turun membebaskan punggung Emily dari kurungan gaun ketat itu, membiarkan udara dingin menyapa kulitnya, yang sialnya langsung disusul oleh usapan panas dari buku-buku jari suaminya."Nicholas... kumohon," bisik Emily dengan suara bergetar. Tangannya meremas sprei di bawahnya. "Percepat sedikit.""Aku sedang memastikan gaun ini tidak rusak, Emily," balas Nicholas datar, sama sekali tidak terpengaruh oleh napas istrinya yang mulai memburu. "Bukankah kau yang sejak tadi mengkhawatirkan jahitannya?""Ka

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 229

    Wajah Emily seketika merona merah padam. Jantungnya berdebar liar, memukul-mukul rongga dadanya saat sepasang mata kelam itu menguncinya tanpa ampun. Refleks, tangannya terangkat dan meremas bahu kokoh Nicholas dengan kuat."Pantas saja kau jadi pengacara hebat," cicit Emily, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya di balik raut wajah bersungut-sungut. "Kau benar-benar pembual.""Salah."Tanpa peringatan apa pun, lengan kuat Nicholas melingkar di bawah lutut Emily. Seolah istrinya begitu ringan, pria itu mengangkat tubuh Emily ke dalam gendongannya."Nicholas!" pekik Emily tertahan, otomatis mengalungkan lengannya di leher suaminya agar tidak terjatuh. Gaun birunya yang sudah pendek kini tersingkap semakin tinggi, mem

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 228

    "Uuhh..." Emily menatap pantulan tubuhnya di depan cermin tinggi di dalam walk-in closet sambil menggigit bibir bawahnya dengan cemas. Ia memutar tubuhnya sedikit ke kiri, lalu ke kanan, mengamati setiap inci penampilannya dari berbagai sudut. "Ini gila," bisiknya ngeri pada dirinya sendiri. "Ini benar-benar gila." Gaun biru itu memang dirancang ketat, menempel pada kulit seperti lapisan kedua. Namun, kondisinya malam ini jauh lebih buruk dari yang Emily ingat tiga tahun lalu. "Apa aku berat badanku memang bertambah?" gumamnya lagi, menyentuh bagian dada yang terasa begitu pas dengan bahan gaun, nyaris membuatnya harus menahan napas. Ini sudah kedua kalinya gaun lamanya berakhir ketat di tubuh Emily. Mata Emily kemudian turun, menatap bagian dadanya yang seolah hampir tumpah dari potongan leher gaun yang terpotong rendah itu. Belahan dadanya tercetak terlalu jelas, membuat napasnya sendiri terasa sesak akibat tekanan kain yang sempit. Belum lagi panjang gaun itu... ujung kai

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 227

    Makan malam berjalan dengan ketegangan yang tertahan. Begitu hidangan penutup selesai, Clara langsung menarik Eric ke salah satu sofa di ruang tengah, menjauh dari anggota keluarga yang lain. Gadis itu tersenyum semanis mungkin, menatap tunangannya dengan binar mata yang sengaja dibuat-buat. "Eric, Sayang..." panggil Clara dengan nada manja, menyentuh lengan pria itu dengan lembut. "Aku sedang berpikir, bukankah kita harus mulai lebih sering bertemu? Kita kan sudah bertunangan." Eric menoleh, raut wajahnya terlihat sedikit kaku. "Bertemu? Bukankah kita baru saja bertemu malam ini, Clara?" "Maksudku di luar acara keluarga seperti ini," rengek Clara pelan, mencondongkan tubuhnya lebih dekat. "Aku ingin kita menghabiskan waktu berdua di luar. Kau tahu kan, aku sedang butuh banyak barang baru untuk persiapanku bulan ini. Kau mau, kan, menemaniku belanja?" Eric terlihat agak ragu. Pria itu mengalihkan pandangannya sejenak, tampak tidak nyaman. "Soal itu... aku rasa aku tidak bisa."

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 62

    Langkah kaki Olivia terdengar ringan saat ia melangkah keluar dari lift eksekutif menjelang jam makan siang. Nicholas tidak kembali bersamanya karena pria itu harus melanjutkan jadwal untuk bertemu dengan klien penting, makan siang bisnis di luar, dan menyelesaikan beberapa urusan hukum hingga sor

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 8

    Saat waktu menunjukkan pukul sebelas siang, Emily merapikan beberapa dokumen di mejanya, lalu melirik jam tangannya. Ini adalah waktu yang tepat untuk menemui pengacara yang sudah ia sewa.Setelah memberitahu rencananya pada sekretaris senior, Emily melangkah masuk ke dalam ruang kerja CEO yang meg

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 6

    Emily panik saat melihat halte bus tempat persinggahannya itu menjauh dari pandangan."Pak, aku bilang turunkan aku di sini!" Emily mulai menaikkan nada bicaranya pada supir yang kini terlihat kebingungan menatap dari kaca spion, ragu harus mematuhi perintah siapa."Turunkan kami di lobby," potong

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 5

    Mendengar perkataan Emily, batas kesabaran Nicholas seolah putus. Pria itu bergerak mendekat dan menarik sebelah lengan Emily dengan kuat, membuat wanita itu meringis tertahan."Berapa kali harus kukatakan padamu bahwa itu hanya salah paham?!" desis Nicholas tajam, wajahnya kini hanya berjarak bebe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status