Share

BAB 249

Penulis: Rainina
last update Tanggal publikasi: 2026-07-31 11:03:56

"Nicholas?"

Suara Emily langsung menyambut telinga suaminya tepat ketika pria itu baru saja membuka sebelah matanya.

"Hmm?" gumam Nicholas dengan suara serak khas bangun tidur. Ia mengerjap beberapa kali, mencoba memfokuskan pandangannya pada siluet istrinya.

"Apa ponselku sudah ketemu?" tanya Emily dengan nada tidak sabar dan penuh harap. Wanita itu sudah duduk bersila di samping Nicholas, rambutnya sedikit berantakan sehabis bangun tidur, namun matanya memancarkan tuntutan.

Nicholas membuang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Mariam Marife
nicholas sengaja menyembunyikan hp Emily biar Kaka & ibu nya tidak bisa menghubungi Emily
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 323

    Cahaya putih yang menyilaukan itu perlahan memudar, berganti dengan bayangan buram langit-langit ruangan yang putih bersih. Bau khas obat-obatan dan antiseptik kembali memenuhi indera penciuman Emily. Suara mesin pemantau detak jantung terdengar berbunyi dengan ritme yang teratur di samping telinganya."Emily... Emily, kumohon, buka matamu."Sebuah suara bariton yang serak dan bergetar hebat memanggil namanya berulang kali.Kelopak mata Emily terasa sangat berat, namun ia memaksa dirinya untuk merespons suara itu. Pandangannya yang semula kabur perlahan mulai fokus. Hal pertama yang langsung menyita seluruh pandangannya adalah wajah Nicholas yang berada begitu dekat dengannya.Pria itu terlihat sangat kacau dan berantakan. Wajahnya yang biasanya selalu memancarkan ketegasan, arogansi, dan aura sedingin es, kini terlihat sepucat kertas. Kantung matanya menghitam, rambutnya berantakan, dan jejak air mata terlihat sangat jelas membasahi pipi pria itu. Tangan besarnya menggenggam erat t

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 322

    "Apa... apa yang kau mau?!" seru Emily dengan suara bergetar. Emily yang asli menatapnya dengan senyuman yang begitu teduh. "Kau tidak perlu takut padaku, Emily.""Bagaimana aku tidak takut?!" teriak Emily, air mata seketika menggenang di pelupuk matanya. Kepanikan yang luar biasa mencekik lehernya. "Kau adalah pemilik asli tubuh ini! Apa kau datang untuk menyingkirkanku sekarang?!"Emily yang asli hanya terdiam, menatap dengan sorot mata yang penuh pengertian."Aku mohon padamu..." tangis Emily akhirnya pecah. Ia meremas gaunnya sendiri dengan putus asa, kakinya terasa lemas hingga ia nyaris bersimpuh di lantai. "Apakah setelah aku akhirnya benar-benar mencintai Nicholas... setelah aku berjuang melahirkan anak kami, sekarang aku akan disingkirkan dari sini?"Emily terisak hebat, ketakutan terbesarnya selama ini akhirnya menjadi kenyataan."Kau akan membuang jiwaku kembali ke duniaku dan mengambil alih hidup bahagia ini saat semuanya sudah membaik, kan?" lanjut Emily dengan suara se

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 321

    Waktu beberapa bulan berlalu seperti hembusan angin, dan kini, hari yang paling ditunggu sekaligus paling ditakuti oleh Nicholas Spencer akhirnya tiba."AAAAAAAKHHH!"Jeritan melengking Emily menggema, memecah ketegangan di dalam ruang bersalin VVIP rumah sakit. Wanita itu mencengkram seprai ranjang dengan buku-buku jari yang memutih pucat. Peluh membanjiri seluruh wajah dan lehernya, rambutnya yang basah menempel di dahi."Tahan, Nyonya Spencer! Tarik napas yang dalam, lalu mengejan dengan kuat saat saya memberi aba-aba!" seru Dokter Sarah dari ujung ranjang, dibantu oleh tiga perawat yang bergerak sigap."Sakit... Nicholas, ini sangat sakit!" rintih Emily dengan napas terputus-putus. Air mata terus mengalir deras membasahi pipinya. "Tubuhku rasanya seperti ditarik paksa!"Di sisi kepala ranjang, Nicholas tampak seperti pria yang baru saja kehilangan seluruh akal sehatnya. Pria yang selalu tampil dingin, tak tersentuh, dan penuh perhitungan itu kini terlihat kacau balau. Kemejanya be

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 320

    Beberapa minggu telah berlalu sejak hari di mana Emily menyerahkan amplop cokelat berisi kejutan terbesar dalam hidup mereka. Waktu seolah berjalan begitu cepat, dan hari ini adalah jadwal Emily untuk kembali melakukan pemeriksaan rutin di klinik kandungan.Di ruang tunggu VIP klinik yang eksklusif itu, Emily duduk dengan nyaman di sofa kulit yang empuk. Di sampingnya, Nicholas duduk bersandar dengan postur tegak yang sempurna. Pria itu menyilangkan salah satu kakinya, membaca majalah bisnis dengan raut wajah datar yang teramat sangat tenang.Namun, Emily tahu persis bahwa ketenangan itu hanyalah kedok."Kau membaca halaman yang sama selama lima belas menit terakhir, Nicholas," tegur Emily dengan senyum jahil, menoleh ke arah suaminya.Nicholas menghentikan gerakannya yang baru saja hendak membalik halaman. Ia berdeham pelan, lalu menutup majalah itu dan meletakkannya ke atas meja kaca."Aku sedang memikirkan hal lain, Emily," bantah Nicholas, mempertahankan nada suaranya yang datar

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 319

    Di dalam kamar yang gelap dan sunyi, Olivia duduk meringkuk di atas tempat tidur berukuran besar. Matanya memerah, sembab karena tangisan yang sudah mengering. Kedua lengannya memeluk lututnya sendiri dengan begitu erat, seolah hanya itu satu-satunya hal yang bisa menahan tubuhnya agar tidak hancur berkeping-keping.Pikirannya terus berputar tanpa henti, menelusuri setiap jejak langkah yang membawanya pada kehancuran ini.Di mana semuanya mulai bergerak ke arah Emily? batin Olivia dengan dada yang terasa sesak.Seharusnya, dirinya adalah tokoh utama di dunia ini. Seharusnya, semua sorot lampu, kekayaan, dan cinta tertuju padanya. Ia telah melakukan segalanya dengan sangat sempurna sejak awal. Ia merebut hati keluarga angkatnya, bekerja dengan baik di firma, dan membangun reputasi yang tak cela. Ia mengikuti semua alur yang seharusnya membawanya pada puncak kemenangan.Lalu, kenapa semuanya berantakan? Kenapa Nicholas yang seharusnya membenci istri yang dipaksakan padanya itu, tiba-t

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 318

    Sore harinya, Nicholas menepati janjinya untuk pulang lebih awal dari firma. Pria itu sudah berganti pakaian dengan busana rumahan yang lebih santai. Setelah membersihkan diri, ia menyusul Emily yang sedang duduk bersandar di sofa kamar mereka.Nicholas duduk di sebelah istrinya, menatap wajah Emily dengan begitu lekat."Aku sudah bicara dengan Justin di telepon tadi," ucap Nicholas memecah keheningan.Emily sedikit tersentak. Ia meletakkan buku yang sedang dibacanya ke atas meja, lalu menatap suaminya dengan perasaan waswas. "Apa yang dia katakan padamu?""Dia dan ibumu ingin kembali ke sini," jawab Nicholas tanpa basa-basi. "Dan dia secara terang-terangan berharap kau bisa memohon padaku untuk turun tangan.""Apa?" Emily membuka mulutnya karena terkejut, namun sedetik kemudian ia menutup mulutnya lagi. Alisnya berkerut dalam, mencoba mencari setitik logika dari kalimat suaminya. "Kenapa? Bukannya dia sengaja menghindari semua orang yang memburunya itu?""Entahlah, itulah yang Justi

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 2

    Untuk beberapa detik, Nicholas hanya menatapnya. Lalu, perlahan sudut bibir pria itu terangkat, membentuk sebuah senyum dingin yang nyaris mengejek."Sejak kapan kamu mulai memakai cara murahan seperti ini untuk mencari perhatian?" Tatapannya menelusuri wajah Emily dengan penuh tekanan, seolah seda

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 1

    Saat Emily masuk ke dalam ruang kerja suaminya sore itu, ia menemukan pria itu sedang bercumbu dengan wanita lain.Nicholas tengah mendekap Olivia di pelukannya, napas mereka beradu, kemejanya tampak kusut.Melihat Emily masuk secara tiba-tiba, mereka menegang. Keduanya memundurkan tubuhnya selangk

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 68

    "Tidak, Ibu. Aku kan sudah bilang aku tidak berbohong."Emily baru terbangun ketika ia mendengar suara Nicholas setengah berbisik, jelas berusaha keras agar tidak membangunkannya.

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 6

    Emily panik saat melihat halte bus tempat persinggahannya itu menjauh dari pandangan."Pak, aku bilang turunkan aku di sini!" Emily mulai menaikkan nada bicaranya pada supir yang kini terlihat kebingungan menatap dari kaca spion, ragu harus mematuhi perintah siapa."Turunkan kami di lobby," potong

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status