"Senang menjadi klienmu. Dan ... rumahnya nanti harus sesuai dengan konsep yang sudah aku jelaskan."Sesi konsultasi sudah selesai dan Mas Arland bersiap pergi dari kantor kecilku. Namun, baru saja ia berdiri dari kursinya, ucapan seperti itu yang terlontar.Aku yang sudah berdiri pun mencoba tersenyum. Aki tidak munafik, dan aku yakin ia bermaksud menyinggung masa lalu kami. Dan aku tidak boleh terpancing."Sama-sama. Aku pastikan semua akan sesuai," jawabku. Bukan jumawa, hanya ingin menyampaikan bahwa aku akan bekerja profesional tanpa mencampur adukkan antara pekerjaan dan urusan masa lalu.Mas Arland mengulurkan tangannya. "Senang bekerja sama," ucapnya.Aku menerima uluran tangan itu dan kami berjabatan sebentar."Permisi," ucapnya lagi diikuti senyum tipis yang muncul."Silakan," jawabku dengan tangan mengarah menuju pintu.Perlahan lelaki itu memundurkan langkahnya, lalu benar-benar berbalik dan akhirnya
Read more